Admin
Jumat, 2 Oktober 2026
Siwalan, 2 Oktober 2026 - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia pada periode akhir September 2026. Meskipun mengalami peningkatan, kondisi tersebut masih berada dalam rentang kewaspadaan dan belum menunjukkan situasi yang perlu membuat masyarakat panik.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada dengan mengenali gejala influenza, mengetahui cara penanganannya, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan.
Berdasarkan hasil surveilans sentinel pada minggu ke-38 tahun 2026, dari 265 spesimen yang diperiksa, sebanyak 148 spesimen terdeteksi positif influenza atau sekitar 56 persen. Angka tersebut merupakan positivity rate dari spesimen yang diperiksa, sehingga tidak berarti bahwa 56 persen masyarakat Indonesia terkena influenza.
Aktivitas influenza yang dipantau melalui pelayanan kesehatan tingkat pertama berada pada kategori sedang, sedangkan aktivitas influenza melalui pemantauan rumah sakit masih berada pada kategori rendah.
Peningkatan aktivitas influenza pada Agustus hingga September juga masih sesuai dengan pola yang dapat terjadi secara musiman. Sebagai negara tropis, virus influenza dapat beredar sepanjang tahun dan mengalami peningkatan pada periode tertentu.
Mobilitas masyarakat, interaksi di tempat ramai, pergantian kondisi cuaca, serta virus influenza yang sedang beredar dapat menjadi beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan penularan.
Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini terutama disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B.
Penularan dapat terjadi melalui percikan saluran pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Virus juga dapat menyebar melalui tangan atau permukaan benda yang telah terkontaminasi kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata.
Influenza umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada orang yang sehat dan mengalami gejala ringan. Namun, influenza tetap perlu diperhatikan karena pada kelompok tertentu penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Gejala influenza biasanya muncul secara relatif mendadak. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:
Tidak semua penderita mengalami seluruh gejala tersebut. Tingkat keparahan gejala juga dapat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.
Pada sebagian besar orang dengan kondisi ringan, influenza dapat membaik dalam beberapa hari hingga sekitar satu minggu dengan istirahat dan perawatan yang tepat.
Istilah "flu" sering digunakan masyarakat untuk menyebut pilek atau masuk angin. Padahal, influenza dan flu biasa bukanlah penyakit yang sama.
Flu biasa atau common cold umumnya disebabkan oleh berbagai jenis virus lain, sedangkan influenza secara khusus disebabkan oleh virus influenza.
Perbedaannya dapat dilihat secara sederhana:
| Influenza | Flu biasa |
|---|---|
| Disebabkan oleh virus influenza | Disebabkan oleh berbagai jenis virus lain |
| Gejala cenderung muncul secara mendadak | Gejala biasanya muncul secara bertahap |
| Demam lebih sering terjadi dan dapat cukup tinggi | Demam biasanya tidak ada atau ringan |
| Nyeri otot dan badan terasa pegal dapat cukup berat | Nyeri badan biasanya lebih ringan |
| Rasa lelah dapat cukup berat | Lelah biasanya lebih ringan |
| Batuk dapat cukup berat | Batuk umumnya lebih ringan |
| Dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok berisiko | Umumnya menyebabkan gejala ringan |
Meski demikian, gejala setiap orang dapat berbeda. Karena itu, perbedaan berdasarkan gejala saja tidak selalu dapat memastikan apakah seseorang mengalami influenza atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat diperlukan sesuai kondisi pasien.
Sebagian besar orang dapat pulih dari influenza tanpa komplikasi. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit berat.
Kelompok tersebut antara lain:
Kelompok berisiko perlu lebih memperhatikan perkembangan gejala dan tidak menunda pemeriksaan apabila kondisi kesehatan memburuk.
Untuk influenza dengan gejala ringan, penderita dapat melakukan perawatan di rumah dengan beristirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Obat untuk membantu meredakan gejala, seperti obat penurun demam atau pereda nyeri, dapat digunakan sesuai petunjuk dan anjuran tenaga kesehatan.
Penggunaan obat antivirus seperti oseltamivir tidak diperlukan untuk semua penderita influenza. Obat antivirus terutama digunakan pada kondisi tertentu, seperti pasien dengan gejala berat atau kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi, berdasarkan penilaian dokter.
Masyarakat juga tidak dianjurkan mengonsumsi antibiotik secara sembarangan. Influenza disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak digunakan untuk mengobati influenza. Antibiotik hanya diberikan apabila terdapat infeksi bakteri berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Jangan menunggu kondisi semakin berat apabila muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami kondisi seperti:
Pada bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena risiko komplikasi dapat lebih tinggi.
Pencegahan influenza dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:
1. Rajin mencuci tangan
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di tempat umum, sebelum makan, dan setelah batuk atau bersin.
2. Terapkan etika batuk dan bersin
Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk maupun bersin. Buang tisu ke tempat sampah dan segera cuci tangan.
3. Gunakan masker saat sakit
Orang yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika harus berada di sekitar orang lain.
4. Kurangi kontak dekat ketika sedang sakit
Istirahat di rumah dan kurangi aktivitas yang melibatkan banyak orang selama sedang mengalami gejala untuk membantu mencegah penularan.
5. Jaga kondisi tubuh
Terapkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup tidur, melakukan aktivitas fisik, dan menjaga kebersihan lingkungan.
6. Pertimbangkan vaksinasi influenza
Imunisasi influenza dapat membantu mengurangi risiko mengalami influenza dengan gejala berat, komplikasi, dan rawat inap. Vaksinasi tidak menjamin seseorang tidak akan tertular, tetapi dapat membantu memberikan perlindungan terhadap dampak penyakit yang lebih berat.
Peningkatan aktivitas influenza tidak berarti masyarakat harus panik. Yang terpenting adalah tetap waspada, mengenali gejala, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans dan memperkuat kesiapan pelayanan kesehatan serta laboratorium untuk melihat perkembangan influenza di Indonesia.
Masyarakat juga diharapkan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, termasuk istilah seperti "superflu". Informasi mengenai influenza sebaiknya diperoleh dari sumber resmi dan tenaga kesehatan.
Dengan kewaspadaan yang baik, kebiasaan hidup sehat, dan penanganan yang tepat, risiko penularan maupun komplikasi influenza dapat diminimalkan.
Tetap sehat, kenali gejalanya, cegah penularannya, dan segera periksa jika kondisi memburuk.