Berita terbaru Puskesmas Siwalan Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 24 September 2025, Puskesmas Siwalan bersama dengan Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) berupa IUD dan implant.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas melalui pelayanan KB yang mudah diakses masyarakat.
Pelayanan KB MJKP, seperti IUD dan implant, memiliki banyak manfaat karena dapat digunakan dalam jangka panjang, efektif, dan aman. Dengan adanya pilihan ini, masyarakat terutama para ibu dapat merencanakan kehamilan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Selain itu, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang juga dapat membantu menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Kegiatan bakti sosial ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Siwalan bertugas memberikan pelayanan medis dan pendampingan kepada akseptor KB, sedangkan Koramil Sragi–Siwalan berperan aktif dalam mendukung kelancaran jalannya kegiatan serta membantu menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi. Sementara itu, Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan turut serta dalam memberikan edukasi dan konseling kepada masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari peserta. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini, terlihat dari tingginya minat ibu-ibu yang datang untuk memanfaatkan pelayanan KB gratis yang disediakan. Para peserta juga diberikan informasi seputar manfaat KB, cara kerja IUD dan implant, serta penjelasan mengenai efek samping yang mungkin timbul agar mereka lebih memahami dan merasa tenang dalam menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
[Gambar][Gambar][Gambar]
Selain memberikan manfaat langsung berupa pelayanan KB, kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengendalian jumlah dan jarak kelahiran. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan kesehatan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan keluarga yang sehat dan terencana, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan baik, pendidikan lebih terjamin, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, terutama kepada Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang KB, membutuhkan peran serta semua elemen, baik tenaga kesehatan, aparat, maupun masyarakat itu sendiri.
Dengan berakhirnya kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan KB MJKP IUD & Implant ini, Puskesmas Siwalan berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh akses pelayanan KB berkualitas dan mampu mewujudkan keluarga kecil yang bahagia serta sejahtera.
[Gambar] [Gambar]
Kamis, 25 September 2025
Siwalan, Senin, 22 September 2025, Kegiatan "Dokter Spesialis Keliling (SPELING)" Hadir di Desa Tengeng Wetan.
Program unggulan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ini akhirnya tiba di desa kami, membawa harapan besar bagi masyarakat.
Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, kami dari Puskesmas Siwalan merasa bangga menjadi bagian dari inisiatif luar biasa ini. SPELING bukan hanya sekadar kegiatan, melainkan perwujudan nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis berkualitas kepada masyarakat di pelosok desa.
Keberhasilan program SPELING ini tidak lepas dari sinergi kuat berbagai pihak. Kami sangat bersyukur atas kolaborasi yang terjalin. Acara ini dihadiri oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Sekretaris Camat Siwalan, serta tim medis dari dua rumah sakit yaitu: RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Kehadiran mereka membawa aura profesionalisme dan keahlian yang sangat dibutuhkan. Dukungan dari Kepala Puskesmas Siwalan dan Kepala Desa Tengeng Wetan juga menjadi pilar penting yang memastikan kelancaran acara.
Selama persiapan, kami bekerja sama erat dengan tim dari rumah sakit. Melihat kesediaan mereka datang langsung ke desa, kami semakin yakin bahwa semangat pelayanan kesehatan yang setara untuk semua benar-benar terwujud. [Gambar]
Balai Desa Tengeng Wetan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang komprehensif dalam kegiatan SPELING. Sebanyak 110 orang warga datang, terdiri dari berbagai usia dan kebutuhan. Kami membagi layanan ke beberapa area agar prosesnya lebih efisien.
1. Pelayanan Penyakit Dalam:
Di area ini, dr. Sari, Sp.PD, seorang ahli penyakit dalam, melayani 44 orang pasien. Beliau fokus pada penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, serta Tuberculosis (TB).
2. Pelayanan Kandungan (OBSGYN):
Para ibu hamil dan perempuan di desa kami sangat terbantu dengan kehadiran dr. Diana, Sp.OG, dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang. Sebanyak 20 orang mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi. Layanan ini sangat krusial, mengingat akses ke dokter spesialis kandungan di desa sangat terbatas. Dr. Diana memberikan edukasi tentang kehamilan sehat dan pentingnya pemeriksaan rutin, memastikan para ibu mendapatkan perawatan terbaik untuk diri dan janin mereka.
3. Pelayanan Anak:
Sebanyak 36 anak diperiksa oleh dua dokter spesialis anak: dr. Setya, Sp.A, dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang, dan dr. Alifa Novia Febriani, Sp.A., M.Sc, dari RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Keduanya bekerja sama memeriksa pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan imunisasi, dan menjawab pertanyaan orang tua seputar gizi dan kesehatan.
4. Pelayanan IVA Test:
Salah satu layanan yang paling kami prioritaskan adalah IVA Test. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini kanker leher rahim. Pelayanan IVA Test dilayani oleh dr. Asit dari Puskesmas Siwalan. Sebanyak 10 orang ibu-ibu menjadi peserta dan siap untuk diperiksa. Deteksi dini sangat penting karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kami berharap, kesadaran akan pentingnya pemeriksaan ini akan terus meningkat di masyarakat.
Bagi kami, program ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan komitmen dapat mengatasi tantangan geografis. Gubernur Ahmad Luthfi telah menunjukkan visinya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata. Kami berharap program SPELING akan terus berlanjut, tidak hanya di Tengeng Wetan, tetapi juga di seluruh desa di Kabupaten Pekalongan. Kami siap menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan terbaik, memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk hidup sehat dan produktif.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Mari kita jaga kesehatan bersama untuk masa depan yang lebih baik.
[Gambar][Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Selasa, 23 September 2025
Kesehatan anak usia sekolah merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Anak-anak yang sehat akan lebih optimal dalam belajar, berkembang, serta berkontribusi bagi bangsa di masa depan.
Sejalan dengan hal tersebut, pada bulan Agustus 2025 Puskesmas Siwalan mendapatkan dukungan dari lintas sektoral maupun guru sekolah dasar untuk melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di seluruh SD dan MI se-Kecamatan Siwalan.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditujukan khusus bagi seluruh siswa dan siswi SD/MI se-Kecamatan Siwalan. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi beberapa aspek penting, yaitu:
Pengukuran tinggi dan berat badan, untuk memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi potensi masalah gizi seperti stunting atau obesitas.
Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, untuk memastikan kebersihan serta mendeteksi adanya karies gigi atau masalah kesehatan mulut lainnya.
Pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, agar dapat mengidentifikasi sejak dini gangguan sensorik yang dapat menghambat proses belajar.
Pemeriksaan kesehatan umum lainnya, termasuk kondisi kulit, kebersihan diri, serta gejala-gejala yang mungkin menunjukkan adanya penyakit tertentu.
Dengan adanya pemeriksaan ini, guru dan orang tua bisa mendapatkan gambaran tentang kondisi kesehatan anak. Anak yang memiliki masalah kesehatan dapat segera ditindaklanjuti melalui rujukan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
[Gambar] [Gambar] [Gambar] [Gambar]
Selain pemeriksaan kesehatan, bulan Agustus juga menjadi momentum pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program imunisasi ini bertujuan memberikan perlindungan kepada anak sekolah terhadap penyakit menular berbahaya.
Jenis imunisasi yang diberikan yaitu :
Imunisasi MR (Measles-Rubella) untuk siswa kelas 1 SD/MI. Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah penyakit campak dan rubella yang dapat menimbulkan komplikasi serius.
Imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) untuk siswi kelas 5 SD/MI. HPV merupakan penyebab utama kanker serviks, sehingga imunisasi ini diharapkan menjadi langkah pencegahan sejak dini.
Imunisasi HPV Kejar untuk siswi kelas 6 SD/MI yang belum mendapatkan imunisasi di kelas sebelumnya.
Melalui pemberian imunisasi ini, anak-anak akan lebih terlindungi dari risiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan mereka di masa depan.
[Gambar] [Gambar]
Pelaksanaan kegiatan CKG dan BIAS di Kecamatan Siwalan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Guru-guru di setiap sekolah dengan penuh semangat membantu dalam pelaksanaan, mulai dari mendata siswa, mengatur jalannya pemeriksaan, hingga memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan dan imunisasi.
Selain itu, dukungan juga datang dari lintas sektoral, baik pemerintah kecamatan, perangkat desa, maupun organisasi kemasyarakatan yang ikut membantu kelancaran kegiatan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Agustus di setiap sekolah dasar se-Kecamatan Siwalan disambut dengan antusias oleh siswa. Mereka dengan tertib mengikuti pemeriksaan kesehatan dan imunisasi. Meskipun ada sebagian siswa yang merasa takut saat akan disuntik, guru dan tenaga kesehatan selalu memberikan dukungan moral sehingga anak-anak merasa lebih tenang dan berani.
Keceriaan anak-anak tampak ketika mereka saling mendukung teman-temannya yang sedang diperiksa atau diimunisasi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kesehatan di sekolah bukan hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran anak tentang pentingnya menjaga kesehatan diri.
Kegiatan CKG dan BIAS di Kecamatan Siwalan diharapkan membawa banyak manfaat, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Beberapa harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini antara lain:
Meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan
Dengan adanya pemeriksaan rutin, masalah kesehatan anak dapat ditemukan lebih awal sehingga bisa segera dilakukan tindak lanjut.
Mencegah penyakit menular berbahaya
Melalui imunisasi MR dan HPV, anak-anak mendapatkan perlindungan dari penyakit berisiko tinggi seperti campak, rubella, dan kanker serviks.
Membangun kesadaran kesehatan sejak dini
Anak-anak diajarkan pentingnya menjaga kesehatan diri, mulai dari kebersihan mulut, pola makan sehat, hingga keberanian menghadapi imunisasi.
Menguatkan sinergi lintas sektoral
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kerja sama antara tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan anak.
Menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif
Anak-anak yang sehat akan lebih siap dalam menempuh pendidikan, sehingga mampu berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan wujud nyata komitmen Puskesmas Siwalan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk anak usia sekolah. Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeriksaan dan imunisasi, melainkan sebuah langkah strategis dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.
Dukungan yang diberikan oleh guru, orang tua, pemerintah, dan seluruh lintas sektoral menunjukkan bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berjalan secara berkesinambungan, sehingga anak-anak di Kecamatan Siwalan tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit.
[Gambar] [Gambar] [Gambar]
Rabu, 10 September 2025
Kabupaten Pekalongan memperingati Hari Jadi ke-403 dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme. Pada momentum bersejarah ini, ditetapkan tema “Kajen Tumandang Kajen Kumandang” yang sarat dengan makna filosofis.
Tema ini mencerminkan salah satu karakter utama masyarakat Jawa, yakni etos kerja yang tinggi, kesadaran diri untuk terus berbenah, serta tekad kuat dalam mewujudkan perubahan menuju arah yang lebih baik.
Ungkapan Kajen Tumandang Kajen Kumandang juga merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bergerak, bertindak, berperan, dan bersinergi dalam upaya bersama membangun daerah. Dengan sinergi ini, diharapkan terwujud Kabupaten Pekalongan yang berkeadilan, sejahtera, dan merata. Selain itu, tema ini sekaligus menegaskan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di bawah kepemimpinan Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman, dalam menjalankan visi dan misi pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
[Gambar]
Logo Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan dirancang untuk memperkuat pesan tema sekaligus menggambarkan perjalanan panjang pembangunan daerah. Setiap unsur di dalam logo memiliki makna filosofis yang dalam:
Angka 0 berbentuk roda cakra dengan delapan jeruji mata angin terinspirasi dari pusaka dan filosofi “Cokro Manggilingan”, yakni roda kehidupan yang terus berputar menggambarkan perjalanan waktu—masa lalu, masa kini, dan masa depan. Cakra ini melambangkan tekad Kabupaten Pekalongan untuk terus belajar dari sejarah, memperbaiki diri, serta menatap masa depan yang lebih baik.
Delapan jeruji cakra mencerminkan Hasta Brata, delapan sifat alam sebagai pedoman seorang pemimpin: bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang. Nilai-nilai ini menjadi landasan kepemimpinan yang kuat, arif, bijaksana, serta dekat dengan rakyat.
Delapan jeruji juga melambangkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan yang merata agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Angka 3 divisualisasikan dengan siluet yang mewakili sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Tiga bidang ini menjadi fokus pembangunan Kabupaten Pekalongan tahun 2025 tanpa mengesampingkan sektor-sektor lainnya.
Ornamen Tugu Alquran ditampilkan sebagai simbol landmark kebanggaan Kota Kajen, sekaligus ikon yang merepresentasikan identitas dan ciri khas daerah.
Bintang emas di atas angka 3 memiliki makna harapan akan kejayaan dan kemasyhuran Kabupaten Pekalongan. Kejayaan tersebut diyakini dapat dicapai dengan kerja keras yang dilandasi keimanan dan ketakwaan seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah daerah.
Canting batik dan ornamen keris melambangkan jati diri Kabupaten Pekalongan sebagai Sentra Batik Nusantara. Batik merupakan identitas budaya yang melekat kuat, sementara keris adalah pusaka bersejarah sebagaimana tercermin dalam lambang Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Silhouette padi dan kapas pada tangkai cakra menjadi simbol kesejahteraan rakyat. Filosofi ini menggambarkan tekad untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang makmur, adil, dan merata, sesuai dengan cita-cita “Gemah Ripah Loh Jinawi”.
Dengan tema dan logo ini, peringatan Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat tekad bersama. Pemerintah dan masyarakat diajak untuk selalu bergerak maju, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah pembangunan.
Filosofi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Kabupaten Pekalongan selama 403 tahun adalah warisan sejarah yang harus dijaga, sekaligus pijakan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Dengan semangat “Kajen Tumandang Kajen Kumandang”, diharapkan gaung kemajuan Kabupaten Pekalongan semakin terdengar hingga ke seluruh penjuru, membawa daerah ini menuju kejayaan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Rabu, 20 Agustus 2025
[Gambar]
Sabtu, 9 Agustus 2025 dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik di wilayah Kecamatan Siwalan, Puskesmas Siwalan menyelenggarakan Pertemuan Guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Kegiatan ini difokuskan pada persiapan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2025.
Pertemuan ini berlangsung di Aula Puskesmas Siwalan dan dihadiri oleh seluruh guru UKS dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang ada di wilayah kerja Puskesmas Siwalan. Kehadiran para guru UKS ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, menyusun rencana, dan memastikan kesiapan teknis kegiatan yang melibatkan seluruh sekolah di kecamatan ini.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Puskesmas Siwalan, Ibu Yayah Juhaeriah, S.St.,Bdn. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kesehatan anak sekolah merupakan salah satu prioritas penting, mengingat usia sekolah adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Melalui program CKG, anak-anak dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini, sementara BIAS berperan besar dalam melindungi anak dari penyakit-penyakit berbahaya seperti campak, rubella, dan kanker serviks. Ibu Yayah juga mengapresiasi dedikasi para guru UKS yang selama ini menjadi ujung tombak upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan sekolah.
Paparan materi utama disampaikan oleh Bidan Intani Rahmadhani, A.Md.Keb, selaku petugas programer UKS Puskesmas Siwalan. Beliau menjelaskan secara rinci mengenai pelaksanaan CKG yang mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, serta skrining kesehatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan anak usia sekolah. Selain itu, beliau memaparkan program BIAS yang akan dilaksanakan sesuai jadwal nasional, dengan pemberian imunisasi yang disesuaikan pada tiap jenjang kelas. Imunisasi MR akan diberikan untuk mencegah campak dan rubella, sedangkan imunisasi HPV diberikan pada siswi kelas 5 SD sebagai upaya pencegahan kanker serviks di masa depan.
[Gambar]
Pertemuan ini tidak hanya membahas materi teknis, tetapi juga menekankan pentingnya koordinasi antara pihak sekolah, puskesmas, dan orang tua siswa. Guru UKS diharapkan dapat menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan informasi kepada orang tua mengenai manfaat CKG dan BIAS, sekaligus memastikan partisipasi aktif siswa. Dalam kesempatan ini, Puskesmas Siwalan juga menyampaikan jadwal pelaksanaan kegiatan untuk setiap sekolah, sehingga semua pihak dapat mempersiapkan diri dengan baik. Diskusi interaktif yang berlangsung selama pertemuan juga memberi ruang bagi para guru untuk menyampaikan masukan, kendala, dan ide-ide kreatif demi kelancaran kegiatan.
[Gambar]
Secara keseluruhan, kegiatan pertemuan guru UKS ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Puskesmas Siwalan berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang erat dengan seluruh sekolah di Kecamatan Siwalan, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi. Melalui persiapan yang matang dan dukungan dari semua pihak, diharapkan pelaksanaan CKG dan BIAS tahun ini dapat mencapai hasil yang optimal, sehingga anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal sejak dini. Semangat ini sejalan dengan visi Puskesmas Siwalan untuk menjadi pusat layanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif, serta memberdayakan masyarakat melalui berbagai program kesehatan berkesinambungan.
Sabtu, 9 Agustus 2025
[Gambar]Tradisi mudik dilakukan mayoritas penduduk Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri. Mudik menjadi waktu yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Persiapan mudik Idul Fitri atau Lebaran banyak dilakukan oleh masyarakat dalam jauh-jauh hari.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang mengabaikannya hingga memaksakan diri untuk pulang kampung saat kondisi kesehatan tidak fit. Akibatnya, perjalanan yang ditempuh kurang nyaman hingga berakhir pada kecelakaan yang fatal.
Apa saja permasalahan kesehatan yang terjadi saat mudik yang perlu diwaspadai?
Pada saat perjalanan mudik, jaga stamina tubuh dengan mengkonsumsi buah dan sayur, makanan yang sehat dan bersih, serta hindari pengaruh obat obatan dan minuman keras saat berkendara. Kendalikan emosi saat berkendara dapat mendukung stamina tubih yang prima. Jangan lupa minum air yang cukup saat berkendara, serta tidak begadang sebelum berkendara atau pastikan cukup istirahat sebelum berkendara. Bila badan terasa pegal, maka lakukan peregangan di sela sela perjalanan. Peregangan dapat dilakukan setiap 4 jam atau saat merasa lelah atau mengantuk. Manfaat melakukan peregangan banyak sekali, diantaranya:
Peregangan dapat dilakukan di dalam kendaraan saat macet atau di ruang tunggu saat menunggu jadwal keberangkatan moda transportasi. Bagaimana melakukan peregangan?
Untuk dapat memastikan kita dan keluarga dapat mudik aman dan sehat maka kita dapat memulai dengan memastikan kondisi kesehatan pengemudi moda transportasi. Bila suami atau ayah yang akan mengemudikan, maka ajaklah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Dan bila anda adalah seorang pengemudi, maka tentu menjaga kesehatan diri dan penumpang adalah kewajiban mulia.
Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di Puskesmas, Klinik atau Fasilitas Kesehatan lainnya, atau bagi para pengemudi yang terbatas waktunya dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan yang tersedia di tempat tempat umum. Pemeriksaan di pos kesehatan tidak dipungut biaya, dan prosedurnya cukup sederhana, dengan melakukan pendaftaran dan wawancara, maka pemeriksaan kesehatan baik fisik seperti tekanan darah, denyut nadi dan hitung pernafasan serta pemeriksaan kadar gula darah, alkohol, narkoba akan dilakukan.
Dalam pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan juga terdapat layanan konsultasi terkait hasil pemeriksaan, sehingga mudik aman dan sehat dapat terlaksana lancar karena terdapat kelaikan tugas para pengemudi. Jangan lupa ya, periksa kesehatan terlebih dahulu sebelum mudik, supaya Siapkan fisik yang sehat dan prima saat berkendara.
Masih tingginya angka kecelakaan lalulintas di Indonesia khususnya saat mudik dan ketidaktahuan masyarakat tentang cara menolong korban kecelakaan yang benar menyebabkan korban terlambat ditangani atau bahkan terjadi penangananyang salah dan dapat memperparah kondisi korban. Sedikit kepedulian kita dapat menyelamatkan jiwa.
Korban kecelakaan yang tidak segera ditolong dapat terancam kematian.Pertolongan pertama yang tepat sebelum tenaga medis datang, dapat menyelamatkan jiwa korban dan mencegah kecacatan. Ayo.. kita semua bisa menjadi penolong !
Segera hubungi 119
Sebelum menolong, pastikan diri anda tidak ikut celaka !
Minta bantuan orang di sekitar anda untuk mengamankan lokasi kejadian.
Matikan semua mesin kendaraan bermotor yang terlibat dalam kecelakaan.
Dahulukan menolong korban yang masih hidup.
Bila memungkinkan, pindahkan korban ke lokasi yang lebih aman dengan cara yang tidak memperparah korban.
Jangan memindahkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan karena merupakan barang bukti kepolisian.
Pastikan kondisi emosi anda tenang dan siap menolong korban serta pastikan Korban Kecelakaan Masih Hidup atau Sudah Meninggal. Cara mendeteksi secara cepat:
Pastikan korban dalam kondisi sadar atau tidak.
Dengar dan Rasakan hembusan napas korban dengan cara “mendekatkan telinga/ pipi ke hidung korban” sambil melihat pergerakan naik turunnya dada korban, untuk memastikan korban bernapas atau tidak.
Periksa kuku korban dan menekannya, bila sudah dari awal pucat dan dingin, atau awalnya kemerahan dan diberi tekanan selama 2 detik, kemudian menjadi pucat dan tidak kembali kemerahan maka korban sudah meninggal.
Korban masih sadar apabila korban merespon dan dapat berkomunikasi aktif
Merespon suara: Berespon hanya bila dipanggil namanya, cenderung tidur
Merespon nyeri: Berespon hanya bila diberi rasa nyeri. Respon hanya berupa erangan / usaha menepis
Tidak memberikan respon : Korban tidak memberikan respon setelah diberikan rangsang nyeri.
Lepaskan semua yang mengikat pada tubuh korban seperti:
Helm
Jaket, dasi bila ada dan buka kancing kemeja korban
Pengait celana korban tanpa membuka resletingnya.
Longgarkan ikat pinggang pada celana korban. Jangan memberi minum pada korban ketika sesak napas. Selanjutnya tunggu sampai bantuan medis datang.
Bila korban sadar, pastikan korban tidak panik. Jangan menarik korban secara paksa bila masih ada hambatan. Pastikan korban telah bebas dari semua hambatan/jepitan. Pada kondisi korban terjepit diantara 2 benda bergerak, cukup bebaskan disatu sisi dan jadikan sisi yang satu sebagai sandaran supaya korban tidak langsung terjatuh ketika jepitan dilepaskan.
Posisikan sandaran kursi pada posisi tegak lurus.
Posisikan korban bersandar pada sandaran kursi mobil, agar tetap menjaga daerah tulang belakang tetap lurus
Mundurkan kursi sampai posisi maksimal.
Lepaskan sabuk keselamatan (safety belt) korban bila mudah dilepaskan atau dengan cara dipotong.
Setelah tubuh korban terbebas dari himpitan, bebaskan bagian bawah (kaki) korban dari himpitan pedal rem/ kopling.Bila ada kelainan bentuk pada kaki korban, hati-hati karena kemungkinan kaki korban dalam kondisi patah. Gerakan kaki hanya mengikuti arah sendi putar.
Bila Korban Tidak Sadar, Pastikan Saluran Napas Tidak Tersumbat* Tanda-tanda Jalan Napas Tersumbat: terdengar suara mendengkur atau berkumur
Periksa apakah terdapat cedera pada kepala dan leher
Jika tidak terdapat cedera pada kepala dan leher, maka buka jalan napas dengan cara “menengadahkan kepala korban dan mengangkat dagu korban” (Head Tilt – Chin Lift).
untuk pasien dengan kecurigaan cidera kepala yang disertai cidera tulang leher, maka untuk membuka jalan napasnya digunakan cara “dorongan membuka rahang” yang dikenal dengan Jaw Thrust
Untuk pasien dengan suara berkumur yang di duga cairan (darah, muntahan, dsb).miringkan tubuh korban ke satu sisi yang memungkinkan cairan dalam mulut korban mengalir keluar.
Penolong pertama menjaga kepala dan leher korban agar tidak bergerak dengan posisi kedua telapak tangan pada leher dan kepala.
Posisikan jari-jari pada rahang bawah korban, untuk mencegah tergelincirnya helm bila tali pengikat lepas
[Gambar]
Penolong kedua melepas tali helm dari kaitnya atau bila sulit memotongnya.
[Gambar]
Penolong kedua meletakkan satu tangan pada sudut rahang dengan ibu jari pada satu sisi dan jari- jari lainnya pada sisi lain. Sementara tangan yang lain menopang area belakang kepala.
Penolong pertama kemudian melebarkan helm ke kedua sisi hingga melebihi
telinga dan secara hati-hati melepaskan helm. Bila helm nya model tertutup maka kaca penutup harus dilepaskan terlebih dahulu.
Hentikan pendarahan dengan menekan langsung pada tempat yang berdarah bisa dengan menggunakan kain yang digulung ataupun alat/ benda lainnya dengan cukup kuat.
Jangan sembarangan memberikan benda apapun untuk menghentikan perdarahan, seperti mengoleskan oli, minyak rem, dll.
Posisikan daerah yang mengalami perdarahan lebih tinggi daripada jantung
Pertahankan balut tekan sampai bantuan medis datang.
Perdarahan yang banyak dan tidak segera diatasi dapat menyebabkan korban kehabisan darah dan mengakibatkan kematian.
Pemindahan pada setiap korban yang tidak sadarkan diri harus dilakukan oleh minimal 3 orang penolong untuk mencegah cedera tidak bertambah parah. Pindahkan korban seperti mengangkat jenazah, jangan memindahkan korban seperti menenteng atau menjinjing, Posisi Penolong pada saat memindahkan korban adalah, satu orang pada bagian atas meliputi kepala sampai bahu, kemudian 1 orang bagian tengah meliputi bagian punggung sampai pantat dan 1 orang selanjutnya bagian bawah mulai dari lutut sampai mata kaki. Hindari posisi korban menggantung terutama bagian leher/kepala.
[Gambar]
Tanda-tanda patah tulang:
Terdapat kelainan bentuk pada tungkai atau lengan korban
Patah tulang dapat terbuka yaitu tulang terlihat keluar atau pun tertutup.
Hati-hati saat memindahkan korban, berikan pertolongan dengan cara membuat tungkai/ lengan yang patah tidak bergeser.
[Gambar]
Apabila menemukan korban tidak sadar di jalan dan nafasnya satu-satu/tidak bernafas dan bukan korban kecelakaan lalu lintas, hal yang harus diperhatikan:
Untuk anda yang pernah berlatih Bantuan Hidup Dasar dan penggunaan Automated External Defibrilator (AED), bila korban tidak respon disertai pernapasan satu-satu/tidak bernapas maka Anda lakukan tindakan pijat jantung (RJP/CPR) selama 2 menit kemudian mengaplikasikan AED (bila tersedia) bila tetap tidak berespon maka pijat jantung dilanjutkan sampai dengan pertolongan medis datang.
Bila anda tidak pernah terlatih Bantuan Hidup Dasar (BHD), anda bisa menghubungi call center 119 dan menceritakan kondisi
korban dan kemudian anda mengikuti setiap instruksi/arahan dari petugas call center yang akan membimbing anda untuk melakukan sesuatu terhadap korban.
Masyarakat dapat membantu polisi untuk mengamankan barang bukti dengan cara sebagai berikut:
Berikan tanda/batasan dengan menggunakan benda yang tersedia di sekeliling tempat kejadian kecelakaan lalu lintas, contohnya batu, ranting,dll.
Jangan memindahkan posisi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas.
Jangan memindahkan atau merubah posisi tuas transmisi kendaraan manual atau otomatis, spion kanan dan kiri dan tengah.
Jangan memindahkan barang-barang atau bekas- bekas pecahan kaca atau peralatan kendaraan yang tercecer.
Bila memungkinkan dokumentasikan posisi akhir kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas.
Jaga barang-barang berharga dan identitas korban.
Sumber : Ayosehat.kemkes.go.id
Kamis, 27 Maret 2025
Berita terbaru Puskesmas Siwalan Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 24 September 2025, Puskesmas Siwalan bersama dengan Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) berupa IUD dan implant.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas melalui pelayanan KB yang mudah diakses masyarakat.
Pelayanan KB MJKP, seperti IUD dan implant, memiliki banyak manfaat karena dapat digunakan dalam jangka panjang, efektif, dan aman. Dengan adanya pilihan ini, masyarakat terutama para ibu dapat merencanakan kehamilan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Selain itu, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang juga dapat membantu menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Kegiatan bakti sosial ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Siwalan bertugas memberikan pelayanan medis dan pendampingan kepada akseptor KB, sedangkan Koramil Sragi–Siwalan berperan aktif dalam mendukung kelancaran jalannya kegiatan serta membantu menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi. Sementara itu, Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan turut serta dalam memberikan edukasi dan konseling kepada masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari peserta. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini, terlihat dari tingginya minat ibu-ibu yang datang untuk memanfaatkan pelayanan KB gratis yang disediakan. Para peserta juga diberikan informasi seputar manfaat KB, cara kerja IUD dan implant, serta penjelasan mengenai efek samping yang mungkin timbul agar mereka lebih memahami dan merasa tenang dalam menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
[Gambar][Gambar][Gambar]
Selain memberikan manfaat langsung berupa pelayanan KB, kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengendalian jumlah dan jarak kelahiran. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan kesehatan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan keluarga yang sehat dan terencana, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan baik, pendidikan lebih terjamin, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, terutama kepada Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang KB, membutuhkan peran serta semua elemen, baik tenaga kesehatan, aparat, maupun masyarakat itu sendiri.
Dengan berakhirnya kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan KB MJKP IUD & Implant ini, Puskesmas Siwalan berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh akses pelayanan KB berkualitas dan mampu mewujudkan keluarga kecil yang bahagia serta sejahtera.
[Gambar] [Gambar]
Kamis, 25 September 2025
Siwalan, Senin, 22 September 2025, Kegiatan "Dokter Spesialis Keliling (SPELING)" Hadir di Desa Tengeng Wetan.
Program unggulan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ini akhirnya tiba di desa kami, membawa harapan besar bagi masyarakat.
Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, kami dari Puskesmas Siwalan merasa bangga menjadi bagian dari inisiatif luar biasa ini. SPELING bukan hanya sekadar kegiatan, melainkan perwujudan nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis berkualitas kepada masyarakat di pelosok desa.
Keberhasilan program SPELING ini tidak lepas dari sinergi kuat berbagai pihak. Kami sangat bersyukur atas kolaborasi yang terjalin. Acara ini dihadiri oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Sekretaris Camat Siwalan, serta tim medis dari dua rumah sakit yaitu: RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Kehadiran mereka membawa aura profesionalisme dan keahlian yang sangat dibutuhkan. Dukungan dari Kepala Puskesmas Siwalan dan Kepala Desa Tengeng Wetan juga menjadi pilar penting yang memastikan kelancaran acara.
Selama persiapan, kami bekerja sama erat dengan tim dari rumah sakit. Melihat kesediaan mereka datang langsung ke desa, kami semakin yakin bahwa semangat pelayanan kesehatan yang setara untuk semua benar-benar terwujud. [Gambar]
Balai Desa Tengeng Wetan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang komprehensif dalam kegiatan SPELING. Sebanyak 110 orang warga datang, terdiri dari berbagai usia dan kebutuhan. Kami membagi layanan ke beberapa area agar prosesnya lebih efisien.
1. Pelayanan Penyakit Dalam:
Di area ini, dr. Sari, Sp.PD, seorang ahli penyakit dalam, melayani 44 orang pasien. Beliau fokus pada penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, serta Tuberculosis (TB).
2. Pelayanan Kandungan (OBSGYN):
Para ibu hamil dan perempuan di desa kami sangat terbantu dengan kehadiran dr. Diana, Sp.OG, dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang. Sebanyak 20 orang mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi. Layanan ini sangat krusial, mengingat akses ke dokter spesialis kandungan di desa sangat terbatas. Dr. Diana memberikan edukasi tentang kehamilan sehat dan pentingnya pemeriksaan rutin, memastikan para ibu mendapatkan perawatan terbaik untuk diri dan janin mereka.
3. Pelayanan Anak:
Sebanyak 36 anak diperiksa oleh dua dokter spesialis anak: dr. Setya, Sp.A, dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang, dan dr. Alifa Novia Febriani, Sp.A., M.Sc, dari RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Keduanya bekerja sama memeriksa pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan imunisasi, dan menjawab pertanyaan orang tua seputar gizi dan kesehatan.
4. Pelayanan IVA Test:
Salah satu layanan yang paling kami prioritaskan adalah IVA Test. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini kanker leher rahim. Pelayanan IVA Test dilayani oleh dr. Asit dari Puskesmas Siwalan. Sebanyak 10 orang ibu-ibu menjadi peserta dan siap untuk diperiksa. Deteksi dini sangat penting karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kami berharap, kesadaran akan pentingnya pemeriksaan ini akan terus meningkat di masyarakat.
Bagi kami, program ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan komitmen dapat mengatasi tantangan geografis. Gubernur Ahmad Luthfi telah menunjukkan visinya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata. Kami berharap program SPELING akan terus berlanjut, tidak hanya di Tengeng Wetan, tetapi juga di seluruh desa di Kabupaten Pekalongan. Kami siap menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan terbaik, memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk hidup sehat dan produktif.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Mari kita jaga kesehatan bersama untuk masa depan yang lebih baik.
[Gambar][Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Selasa, 23 September 2025
Kesehatan anak usia sekolah merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Anak-anak yang sehat akan lebih optimal dalam belajar, berkembang, serta berkontribusi bagi bangsa di masa depan.
Sejalan dengan hal tersebut, pada bulan Agustus 2025 Puskesmas Siwalan mendapatkan dukungan dari lintas sektoral maupun guru sekolah dasar untuk melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di seluruh SD dan MI se-Kecamatan Siwalan.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditujukan khusus bagi seluruh siswa dan siswi SD/MI se-Kecamatan Siwalan. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi beberapa aspek penting, yaitu:
Pengukuran tinggi dan berat badan, untuk memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi potensi masalah gizi seperti stunting atau obesitas.
Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, untuk memastikan kebersihan serta mendeteksi adanya karies gigi atau masalah kesehatan mulut lainnya.
Pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, agar dapat mengidentifikasi sejak dini gangguan sensorik yang dapat menghambat proses belajar.
Pemeriksaan kesehatan umum lainnya, termasuk kondisi kulit, kebersihan diri, serta gejala-gejala yang mungkin menunjukkan adanya penyakit tertentu.
Dengan adanya pemeriksaan ini, guru dan orang tua bisa mendapatkan gambaran tentang kondisi kesehatan anak. Anak yang memiliki masalah kesehatan dapat segera ditindaklanjuti melalui rujukan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
[Gambar] [Gambar] [Gambar] [Gambar]
Selain pemeriksaan kesehatan, bulan Agustus juga menjadi momentum pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program imunisasi ini bertujuan memberikan perlindungan kepada anak sekolah terhadap penyakit menular berbahaya.
Jenis imunisasi yang diberikan yaitu :
Imunisasi MR (Measles-Rubella) untuk siswa kelas 1 SD/MI. Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah penyakit campak dan rubella yang dapat menimbulkan komplikasi serius.
Imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) untuk siswi kelas 5 SD/MI. HPV merupakan penyebab utama kanker serviks, sehingga imunisasi ini diharapkan menjadi langkah pencegahan sejak dini.
Imunisasi HPV Kejar untuk siswi kelas 6 SD/MI yang belum mendapatkan imunisasi di kelas sebelumnya.
Melalui pemberian imunisasi ini, anak-anak akan lebih terlindungi dari risiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan mereka di masa depan.
[Gambar] [Gambar]
Pelaksanaan kegiatan CKG dan BIAS di Kecamatan Siwalan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Guru-guru di setiap sekolah dengan penuh semangat membantu dalam pelaksanaan, mulai dari mendata siswa, mengatur jalannya pemeriksaan, hingga memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan dan imunisasi.
Selain itu, dukungan juga datang dari lintas sektoral, baik pemerintah kecamatan, perangkat desa, maupun organisasi kemasyarakatan yang ikut membantu kelancaran kegiatan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Agustus di setiap sekolah dasar se-Kecamatan Siwalan disambut dengan antusias oleh siswa. Mereka dengan tertib mengikuti pemeriksaan kesehatan dan imunisasi. Meskipun ada sebagian siswa yang merasa takut saat akan disuntik, guru dan tenaga kesehatan selalu memberikan dukungan moral sehingga anak-anak merasa lebih tenang dan berani.
Keceriaan anak-anak tampak ketika mereka saling mendukung teman-temannya yang sedang diperiksa atau diimunisasi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kesehatan di sekolah bukan hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran anak tentang pentingnya menjaga kesehatan diri.
Kegiatan CKG dan BIAS di Kecamatan Siwalan diharapkan membawa banyak manfaat, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Beberapa harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini antara lain:
Meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan
Dengan adanya pemeriksaan rutin, masalah kesehatan anak dapat ditemukan lebih awal sehingga bisa segera dilakukan tindak lanjut.
Mencegah penyakit menular berbahaya
Melalui imunisasi MR dan HPV, anak-anak mendapatkan perlindungan dari penyakit berisiko tinggi seperti campak, rubella, dan kanker serviks.
Membangun kesadaran kesehatan sejak dini
Anak-anak diajarkan pentingnya menjaga kesehatan diri, mulai dari kebersihan mulut, pola makan sehat, hingga keberanian menghadapi imunisasi.
Menguatkan sinergi lintas sektoral
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kerja sama antara tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan anak.
Menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif
Anak-anak yang sehat akan lebih siap dalam menempuh pendidikan, sehingga mampu berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan wujud nyata komitmen Puskesmas Siwalan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk anak usia sekolah. Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeriksaan dan imunisasi, melainkan sebuah langkah strategis dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.
Dukungan yang diberikan oleh guru, orang tua, pemerintah, dan seluruh lintas sektoral menunjukkan bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berjalan secara berkesinambungan, sehingga anak-anak di Kecamatan Siwalan tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit.
[Gambar] [Gambar] [Gambar]
Rabu, 10 September 2025
Kabupaten Pekalongan memperingati Hari Jadi ke-403 dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme. Pada momentum bersejarah ini, ditetapkan tema “Kajen Tumandang Kajen Kumandang” yang sarat dengan makna filosofis.
Tema ini mencerminkan salah satu karakter utama masyarakat Jawa, yakni etos kerja yang tinggi, kesadaran diri untuk terus berbenah, serta tekad kuat dalam mewujudkan perubahan menuju arah yang lebih baik.
Ungkapan Kajen Tumandang Kajen Kumandang juga merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bergerak, bertindak, berperan, dan bersinergi dalam upaya bersama membangun daerah. Dengan sinergi ini, diharapkan terwujud Kabupaten Pekalongan yang berkeadilan, sejahtera, dan merata. Selain itu, tema ini sekaligus menegaskan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di bawah kepemimpinan Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman, dalam menjalankan visi dan misi pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
[Gambar]
Logo Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan dirancang untuk memperkuat pesan tema sekaligus menggambarkan perjalanan panjang pembangunan daerah. Setiap unsur di dalam logo memiliki makna filosofis yang dalam:
Angka 0 berbentuk roda cakra dengan delapan jeruji mata angin terinspirasi dari pusaka dan filosofi “Cokro Manggilingan”, yakni roda kehidupan yang terus berputar menggambarkan perjalanan waktu—masa lalu, masa kini, dan masa depan. Cakra ini melambangkan tekad Kabupaten Pekalongan untuk terus belajar dari sejarah, memperbaiki diri, serta menatap masa depan yang lebih baik.
Delapan jeruji cakra mencerminkan Hasta Brata, delapan sifat alam sebagai pedoman seorang pemimpin: bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang. Nilai-nilai ini menjadi landasan kepemimpinan yang kuat, arif, bijaksana, serta dekat dengan rakyat.
Delapan jeruji juga melambangkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan yang merata agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Angka 3 divisualisasikan dengan siluet yang mewakili sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Tiga bidang ini menjadi fokus pembangunan Kabupaten Pekalongan tahun 2025 tanpa mengesampingkan sektor-sektor lainnya.
Ornamen Tugu Alquran ditampilkan sebagai simbol landmark kebanggaan Kota Kajen, sekaligus ikon yang merepresentasikan identitas dan ciri khas daerah.
Bintang emas di atas angka 3 memiliki makna harapan akan kejayaan dan kemasyhuran Kabupaten Pekalongan. Kejayaan tersebut diyakini dapat dicapai dengan kerja keras yang dilandasi keimanan dan ketakwaan seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah daerah.
Canting batik dan ornamen keris melambangkan jati diri Kabupaten Pekalongan sebagai Sentra Batik Nusantara. Batik merupakan identitas budaya yang melekat kuat, sementara keris adalah pusaka bersejarah sebagaimana tercermin dalam lambang Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Silhouette padi dan kapas pada tangkai cakra menjadi simbol kesejahteraan rakyat. Filosofi ini menggambarkan tekad untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang makmur, adil, dan merata, sesuai dengan cita-cita “Gemah Ripah Loh Jinawi”.
Dengan tema dan logo ini, peringatan Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat tekad bersama. Pemerintah dan masyarakat diajak untuk selalu bergerak maju, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah pembangunan.
Filosofi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Kabupaten Pekalongan selama 403 tahun adalah warisan sejarah yang harus dijaga, sekaligus pijakan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Dengan semangat “Kajen Tumandang Kajen Kumandang”, diharapkan gaung kemajuan Kabupaten Pekalongan semakin terdengar hingga ke seluruh penjuru, membawa daerah ini menuju kejayaan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Rabu, 20 Agustus 2025
[Gambar]
Sabtu, 9 Agustus 2025 dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik di wilayah Kecamatan Siwalan, Puskesmas Siwalan menyelenggarakan Pertemuan Guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Kegiatan ini difokuskan pada persiapan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2025.
Pertemuan ini berlangsung di Aula Puskesmas Siwalan dan dihadiri oleh seluruh guru UKS dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang ada di wilayah kerja Puskesmas Siwalan. Kehadiran para guru UKS ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, menyusun rencana, dan memastikan kesiapan teknis kegiatan yang melibatkan seluruh sekolah di kecamatan ini.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Puskesmas Siwalan, Ibu Yayah Juhaeriah, S.St.,Bdn. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kesehatan anak sekolah merupakan salah satu prioritas penting, mengingat usia sekolah adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Melalui program CKG, anak-anak dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini, sementara BIAS berperan besar dalam melindungi anak dari penyakit-penyakit berbahaya seperti campak, rubella, dan kanker serviks. Ibu Yayah juga mengapresiasi dedikasi para guru UKS yang selama ini menjadi ujung tombak upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan sekolah.
Paparan materi utama disampaikan oleh Bidan Intani Rahmadhani, A.Md.Keb, selaku petugas programer UKS Puskesmas Siwalan. Beliau menjelaskan secara rinci mengenai pelaksanaan CKG yang mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, serta skrining kesehatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan anak usia sekolah. Selain itu, beliau memaparkan program BIAS yang akan dilaksanakan sesuai jadwal nasional, dengan pemberian imunisasi yang disesuaikan pada tiap jenjang kelas. Imunisasi MR akan diberikan untuk mencegah campak dan rubella, sedangkan imunisasi HPV diberikan pada siswi kelas 5 SD sebagai upaya pencegahan kanker serviks di masa depan.
[Gambar]
Pertemuan ini tidak hanya membahas materi teknis, tetapi juga menekankan pentingnya koordinasi antara pihak sekolah, puskesmas, dan orang tua siswa. Guru UKS diharapkan dapat menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan informasi kepada orang tua mengenai manfaat CKG dan BIAS, sekaligus memastikan partisipasi aktif siswa. Dalam kesempatan ini, Puskesmas Siwalan juga menyampaikan jadwal pelaksanaan kegiatan untuk setiap sekolah, sehingga semua pihak dapat mempersiapkan diri dengan baik. Diskusi interaktif yang berlangsung selama pertemuan juga memberi ruang bagi para guru untuk menyampaikan masukan, kendala, dan ide-ide kreatif demi kelancaran kegiatan.
[Gambar]
Secara keseluruhan, kegiatan pertemuan guru UKS ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Puskesmas Siwalan berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang erat dengan seluruh sekolah di Kecamatan Siwalan, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi. Melalui persiapan yang matang dan dukungan dari semua pihak, diharapkan pelaksanaan CKG dan BIAS tahun ini dapat mencapai hasil yang optimal, sehingga anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal sejak dini. Semangat ini sejalan dengan visi Puskesmas Siwalan untuk menjadi pusat layanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif, serta memberdayakan masyarakat melalui berbagai program kesehatan berkesinambungan.
Sabtu, 9 Agustus 2025
[Gambar]Tradisi mudik dilakukan mayoritas penduduk Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri. Mudik menjadi waktu yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Persiapan mudik Idul Fitri atau Lebaran banyak dilakukan oleh masyarakat dalam jauh-jauh hari.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang mengabaikannya hingga memaksakan diri untuk pulang kampung saat kondisi kesehatan tidak fit. Akibatnya, perjalanan yang ditempuh kurang nyaman hingga berakhir pada kecelakaan yang fatal.
Apa saja permasalahan kesehatan yang terjadi saat mudik yang perlu diwaspadai?
Pada saat perjalanan mudik, jaga stamina tubuh dengan mengkonsumsi buah dan sayur, makanan yang sehat dan bersih, serta hindari pengaruh obat obatan dan minuman keras saat berkendara. Kendalikan emosi saat berkendara dapat mendukung stamina tubih yang prima. Jangan lupa minum air yang cukup saat berkendara, serta tidak begadang sebelum berkendara atau pastikan cukup istirahat sebelum berkendara. Bila badan terasa pegal, maka lakukan peregangan di sela sela perjalanan. Peregangan dapat dilakukan setiap 4 jam atau saat merasa lelah atau mengantuk. Manfaat melakukan peregangan banyak sekali, diantaranya:
Peregangan dapat dilakukan di dalam kendaraan saat macet atau di ruang tunggu saat menunggu jadwal keberangkatan moda transportasi. Bagaimana melakukan peregangan?
Untuk dapat memastikan kita dan keluarga dapat mudik aman dan sehat maka kita dapat memulai dengan memastikan kondisi kesehatan pengemudi moda transportasi. Bila suami atau ayah yang akan mengemudikan, maka ajaklah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Dan bila anda adalah seorang pengemudi, maka tentu menjaga kesehatan diri dan penumpang adalah kewajiban mulia.
Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di Puskesmas, Klinik atau Fasilitas Kesehatan lainnya, atau bagi para pengemudi yang terbatas waktunya dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan yang tersedia di tempat tempat umum. Pemeriksaan di pos kesehatan tidak dipungut biaya, dan prosedurnya cukup sederhana, dengan melakukan pendaftaran dan wawancara, maka pemeriksaan kesehatan baik fisik seperti tekanan darah, denyut nadi dan hitung pernafasan serta pemeriksaan kadar gula darah, alkohol, narkoba akan dilakukan.
Dalam pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan juga terdapat layanan konsultasi terkait hasil pemeriksaan, sehingga mudik aman dan sehat dapat terlaksana lancar karena terdapat kelaikan tugas para pengemudi. Jangan lupa ya, periksa kesehatan terlebih dahulu sebelum mudik, supaya Siapkan fisik yang sehat dan prima saat berkendara.
Masih tingginya angka kecelakaan lalulintas di Indonesia khususnya saat mudik dan ketidaktahuan masyarakat tentang cara menolong korban kecelakaan yang benar menyebabkan korban terlambat ditangani atau bahkan terjadi penangananyang salah dan dapat memperparah kondisi korban. Sedikit kepedulian kita dapat menyelamatkan jiwa.
Korban kecelakaan yang tidak segera ditolong dapat terancam kematian.Pertolongan pertama yang tepat sebelum tenaga medis datang, dapat menyelamatkan jiwa korban dan mencegah kecacatan. Ayo.. kita semua bisa menjadi penolong !
Segera hubungi 119
Sebelum menolong, pastikan diri anda tidak ikut celaka !
Minta bantuan orang di sekitar anda untuk mengamankan lokasi kejadian.
Matikan semua mesin kendaraan bermotor yang terlibat dalam kecelakaan.
Dahulukan menolong korban yang masih hidup.
Bila memungkinkan, pindahkan korban ke lokasi yang lebih aman dengan cara yang tidak memperparah korban.
Jangan memindahkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan karena merupakan barang bukti kepolisian.
Pastikan kondisi emosi anda tenang dan siap menolong korban serta pastikan Korban Kecelakaan Masih Hidup atau Sudah Meninggal. Cara mendeteksi secara cepat:
Pastikan korban dalam kondisi sadar atau tidak.
Dengar dan Rasakan hembusan napas korban dengan cara “mendekatkan telinga/ pipi ke hidung korban” sambil melihat pergerakan naik turunnya dada korban, untuk memastikan korban bernapas atau tidak.
Periksa kuku korban dan menekannya, bila sudah dari awal pucat dan dingin, atau awalnya kemerahan dan diberi tekanan selama 2 detik, kemudian menjadi pucat dan tidak kembali kemerahan maka korban sudah meninggal.
Korban masih sadar apabila korban merespon dan dapat berkomunikasi aktif
Merespon suara: Berespon hanya bila dipanggil namanya, cenderung tidur
Merespon nyeri: Berespon hanya bila diberi rasa nyeri. Respon hanya berupa erangan / usaha menepis
Tidak memberikan respon : Korban tidak memberikan respon setelah diberikan rangsang nyeri.
Lepaskan semua yang mengikat pada tubuh korban seperti:
Helm
Jaket, dasi bila ada dan buka kancing kemeja korban
Pengait celana korban tanpa membuka resletingnya.
Longgarkan ikat pinggang pada celana korban. Jangan memberi minum pada korban ketika sesak napas. Selanjutnya tunggu sampai bantuan medis datang.
Bila korban sadar, pastikan korban tidak panik. Jangan menarik korban secara paksa bila masih ada hambatan. Pastikan korban telah bebas dari semua hambatan/jepitan. Pada kondisi korban terjepit diantara 2 benda bergerak, cukup bebaskan disatu sisi dan jadikan sisi yang satu sebagai sandaran supaya korban tidak langsung terjatuh ketika jepitan dilepaskan.
Posisikan sandaran kursi pada posisi tegak lurus.
Posisikan korban bersandar pada sandaran kursi mobil, agar tetap menjaga daerah tulang belakang tetap lurus
Mundurkan kursi sampai posisi maksimal.
Lepaskan sabuk keselamatan (safety belt) korban bila mudah dilepaskan atau dengan cara dipotong.
Setelah tubuh korban terbebas dari himpitan, bebaskan bagian bawah (kaki) korban dari himpitan pedal rem/ kopling.Bila ada kelainan bentuk pada kaki korban, hati-hati karena kemungkinan kaki korban dalam kondisi patah. Gerakan kaki hanya mengikuti arah sendi putar.
Bila Korban Tidak Sadar, Pastikan Saluran Napas Tidak Tersumbat* Tanda-tanda Jalan Napas Tersumbat: terdengar suara mendengkur atau berkumur
Periksa apakah terdapat cedera pada kepala dan leher
Jika tidak terdapat cedera pada kepala dan leher, maka buka jalan napas dengan cara “menengadahkan kepala korban dan mengangkat dagu korban” (Head Tilt – Chin Lift).
untuk pasien dengan kecurigaan cidera kepala yang disertai cidera tulang leher, maka untuk membuka jalan napasnya digunakan cara “dorongan membuka rahang” yang dikenal dengan Jaw Thrust
Untuk pasien dengan suara berkumur yang di duga cairan (darah, muntahan, dsb).miringkan tubuh korban ke satu sisi yang memungkinkan cairan dalam mulut korban mengalir keluar.
Penolong pertama menjaga kepala dan leher korban agar tidak bergerak dengan posisi kedua telapak tangan pada leher dan kepala.
Posisikan jari-jari pada rahang bawah korban, untuk mencegah tergelincirnya helm bila tali pengikat lepas
[Gambar]
Penolong kedua melepas tali helm dari kaitnya atau bila sulit memotongnya.
[Gambar]
Penolong kedua meletakkan satu tangan pada sudut rahang dengan ibu jari pada satu sisi dan jari- jari lainnya pada sisi lain. Sementara tangan yang lain menopang area belakang kepala.
Penolong pertama kemudian melebarkan helm ke kedua sisi hingga melebihi
telinga dan secara hati-hati melepaskan helm. Bila helm nya model tertutup maka kaca penutup harus dilepaskan terlebih dahulu.
Hentikan pendarahan dengan menekan langsung pada tempat yang berdarah bisa dengan menggunakan kain yang digulung ataupun alat/ benda lainnya dengan cukup kuat.
Jangan sembarangan memberikan benda apapun untuk menghentikan perdarahan, seperti mengoleskan oli, minyak rem, dll.
Posisikan daerah yang mengalami perdarahan lebih tinggi daripada jantung
Pertahankan balut tekan sampai bantuan medis datang.
Perdarahan yang banyak dan tidak segera diatasi dapat menyebabkan korban kehabisan darah dan mengakibatkan kematian.
Pemindahan pada setiap korban yang tidak sadarkan diri harus dilakukan oleh minimal 3 orang penolong untuk mencegah cedera tidak bertambah parah. Pindahkan korban seperti mengangkat jenazah, jangan memindahkan korban seperti menenteng atau menjinjing, Posisi Penolong pada saat memindahkan korban adalah, satu orang pada bagian atas meliputi kepala sampai bahu, kemudian 1 orang bagian tengah meliputi bagian punggung sampai pantat dan 1 orang selanjutnya bagian bawah mulai dari lutut sampai mata kaki. Hindari posisi korban menggantung terutama bagian leher/kepala.
[Gambar]
Tanda-tanda patah tulang:
Terdapat kelainan bentuk pada tungkai atau lengan korban
Patah tulang dapat terbuka yaitu tulang terlihat keluar atau pun tertutup.
Hati-hati saat memindahkan korban, berikan pertolongan dengan cara membuat tungkai/ lengan yang patah tidak bergeser.
[Gambar]
Apabila menemukan korban tidak sadar di jalan dan nafasnya satu-satu/tidak bernafas dan bukan korban kecelakaan lalu lintas, hal yang harus diperhatikan:
Untuk anda yang pernah berlatih Bantuan Hidup Dasar dan penggunaan Automated External Defibrilator (AED), bila korban tidak respon disertai pernapasan satu-satu/tidak bernapas maka Anda lakukan tindakan pijat jantung (RJP/CPR) selama 2 menit kemudian mengaplikasikan AED (bila tersedia) bila tetap tidak berespon maka pijat jantung dilanjutkan sampai dengan pertolongan medis datang.
Bila anda tidak pernah terlatih Bantuan Hidup Dasar (BHD), anda bisa menghubungi call center 119 dan menceritakan kondisi
korban dan kemudian anda mengikuti setiap instruksi/arahan dari petugas call center yang akan membimbing anda untuk melakukan sesuatu terhadap korban.
Masyarakat dapat membantu polisi untuk mengamankan barang bukti dengan cara sebagai berikut:
Berikan tanda/batasan dengan menggunakan benda yang tersedia di sekeliling tempat kejadian kecelakaan lalu lintas, contohnya batu, ranting,dll.
Jangan memindahkan posisi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas.
Jangan memindahkan atau merubah posisi tuas transmisi kendaraan manual atau otomatis, spion kanan dan kiri dan tengah.
Jangan memindahkan barang-barang atau bekas- bekas pecahan kaca atau peralatan kendaraan yang tercecer.
Bila memungkinkan dokumentasikan posisi akhir kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas.
Jaga barang-barang berharga dan identitas korban.
Sumber : Ayosehat.kemkes.go.id
Kamis, 27 Maret 2025