Puskesmas Siwalan terus berkomitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok usia rentan seperti bayi. Salah satu inovasi layanan yang rutin dilaksanakan adalah Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT), yang menjadi langkah strategis dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal sejak dini.
Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) merupakan kegiatan pelayanan kesehatan komprehensif yang difokuskan pada bayi usia tertentu dengan pendekatan terpadu. PKAT tidak hanya sekadar pemeriksaan fisik, tetapi juga mencakup pemantauan tumbuh kembang, evaluasi status gizi, hingga edukasi kepada orang tua.
Melalui pendekatan terintegrasi ini, berbagai aspek kesehatan anak dapat dinilai secara menyeluruh dalam satu rangkaian kegiatan, sehingga lebih efektif dan efisien.
Di Puskesmas Siwalan, kegiatan PKAT dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa pada minggu ke-3 setiap bulan. Pelaksanaan yang terjadwal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat sekaligus memastikan pemantauan kesehatan anak dilakukan secara berkelanjutan.
[Gambar][Gambar]
Sasaran utama dari kegiatan PKAT adalah:
Pemilihan usia ini bukan tanpa alasan. Usia 6 bulan merupakan fase penting dalam kehidupan bayi, karena pada periode ini bayi mulai memasuki tahap pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), sekaligus menjadi masa krusial dalam pemantauan tumbuh kembang.
Selasa, 28 April 2026
Pelaksanaan PKAT memiliki beberapa tujuan utama, yaitu:
Alur Pelaksanaan PKAT
Kegiatan PKAT di Puskesmas Siwalan dilaksanakan secara sistematis melalui beberapa tahapan, yaitu:
Kehadiran PKAT memberikan berbagai manfaat, antara lain:
[Gambar][Gambar][Gambar]
Puskesmas Siwalan berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses oleh masyarakat. Melalui PKAT, diharapkan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat, cerdas, dan optimal.
Partisipasi aktif orang tua sangat diharapkan dalam setiap pelaksanaan PKAT. Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan keluarga, upaya menjaga kesehatan anak dapat berjalan lebih maksimal.
Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas Siwalan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga inklusif dan berkeadilan. Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah pengembangan Puskesmas Ramah Lansia dan Disabilitas, yang ditujukan untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan mudah diakses.
Kelompok lansia dan penyandang disabilitas merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki kebutuhan khusus dalam pelayanan kesehatan. Seiring bertambahnya usia, lansia kerap mengalami penurunan fungsi fisik maupun kognitif, serta lebih rentan terhadap penyakit kronis. Di sisi lain, penyandang disabilitas sering menghadapi hambatan akses, baik secara fisik maupun sosial, dalam memperoleh layanan kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Siwalan berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan mereka.
Pelayanan Berbasis Kebutuhan Kelompok Rentan
Puskesmas Siwalan memandang bahwa pelayanan kesehatan tidak bisa disamaratakan bagi seluruh pasien. Oleh karena itu, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi prioritas utama dalam pelayanan bagi lansia dan disabilitas.
Bagi pasien lansia, Puskesmas Siwalan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, serta konsultasi kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada aspek fisik, pelayanan juga memperhatikan kondisi psikologis lansia, termasuk deteksi dini gangguan kognitif dan kesehatan mental.
Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, pelayanan difokuskan pada kemudahan akses dan komunikasi. Petugas kesehatan berupaya memberikan pelayanan dengan pendekatan yang lebih sabar, komunikatif, dan empatik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pasien dapat memahami kondisi kesehatannya dan mengikuti anjuran medis dengan baik.
Peningkatan Aksesibilitas Fasilitas
Dalam mewujudkan puskesmas yang ramah bagi semua kalangan, Puskesmas Siwalan juga melakukan berbagai penyesuaian fasilitas. Upaya ini meliputi penyediaan jalur landai untuk memudahkan pengguna kursi roda, ruang tunggu yang nyaman, serta penataan ruang pelayanan yang lebih mudah dijangkau oleh lansia.
Selain itu, petugas juga siap memberikan bantuan bagi pasien yang membutuhkan pendampingan, mulai dari proses pendaftaran hingga pelayanan medis. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi hambatan yang selama ini dirasakan oleh kelompok rentan saat mengakses layanan kesehatan.
[Gambar][Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Pelayanan yang Humanis dan Berempati
Lebih dari sekadar fasilitas, Puskesmas Siwalan menekankan pentingnya sikap tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. Pelayanan ramah lansia dan disabilitas tidak hanya diukur dari sarana prasarana, tetapi juga dari cara petugas berinteraksi dengan pasien.
Tenaga kesehatan di Puskesmas Siwalan terus didorong untuk mengedepankan komunikasi yang santun, tidak terburu-buru, serta memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Sikap empati menjadi kunci dalam menciptakan suasana pelayanan yang nyaman, terutama bagi pasien yang membutuhkan perhatian lebih.
Kegiatan Promotif dan Preventif
Selain pelayanan di dalam gedung, Puskesmas Siwalan juga aktif melaksanakan kegiatan promotif dan preventif di masyarakat. Kegiatan seperti posyandu lansia, senam lansia, serta edukasi kesehatan rutin menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup kelompok usia lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, lansia tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga ruang untuk berinteraksi sosial, yang sangat penting dalam menjaga kesehatan mental. Hal ini sejalan dengan pendekatan pelayanan yang holistik, yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan peningkatan kualitas hidup.
[Gambar]
Peran Keluarga dan Dukungan Lingkungan
Puskesmas Siwalan menyadari bahwa keberhasilan pelayanan kesehatan bagi lansia dan disabilitas tidak dapat berjalan sendiri. Peran keluarga sangat penting dalam mendukung perawatan dan pemantauan kesehatan pasien.
Oleh karena itu, edukasi kepada keluarga juga menjadi bagian dari pelayanan, agar mereka mampu memberikan pendampingan yang tepat. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, tanpa stigma terhadap penyandang disabilitas.
Tantangan dan Upaya Berkelanjutan
Dalam pelaksanaannya, pengembangan Puskesmas Ramah Lansia dan Disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana, kebutuhan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta perlunya dukungan lintas sektor.
Namun demikian, Puskesmas Siwalan terus berupaya melakukan perbaikan secara bertahap. Evaluasi layanan dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
[Gambar][Gambar]
Komitmen untuk Pelayanan yang Lebih Baik
Melalui berbagai upaya tersebut, Puskesmas Siwalan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi kelompok rentan. Pelayanan ramah lansia dan disabilitas bukan hanya sebuah program, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab dalam memberikan layanan kesehatan yang adil dan merata.
Ke depan, diharapkan semakin banyak inovasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pelayanan yang lebih inklusif. Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat, Puskesmas Siwalan optimis dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang benar-benar menjangkau semua lapisan masyarakat.
Sabtu, 18 April 2026
Puskesmas Siwalan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif dengan menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa di SMPN 1 Siwalan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Senin, 13 April 2026 dan Sabtu, 18 April 2026, dengan sasaran seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap kondisi kesehatan remaja usia sekolah, yang menjadi salah satu kelompok rentan dalam siklus kehidupan. Masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, pemantauan kondisi kesehatan sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kualitas hidup di masa mendatang.
Pelaksanaan CKG di SMPN 1 Siwalan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, guru, serta para siswa. Sejak pagi hari, para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib sesuai jadwal yang telah ditentukan. Petugas kesehatan dari Puskesmas Siwalan melakukan pemeriksaan secara sistematis dan terorganisir guna memastikan seluruh siswa mendapatkan pelayanan yang optimal.
Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk menilai status gizi siswa, serta pemeriksaan tekanan darah guna mendeteksi dini kemungkinan adanya gangguan kesehatan seperti hipertensi. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan mata untuk mengetahui adanya gangguan penglihatan yang dapat mengganggu proses belajar, serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit gigi dan gusi yang masih banyak ditemukan pada usia sekolah.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mencakup skrining anemia melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), yang sangat penting terutama bagi remaja putri. Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta gangguan pertumbuhan. Dengan adanya skrining ini, diharapkan kasus anemia dapat terdeteksi lebih awal sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
[Gambar][Gambar]
Selain pemeriksaan fisik, para siswa juga diberikan kesempatan untuk melakukan konsultasi kesehatan langsung dengan petugas. Dalam sesi ini, siswa dapat menyampaikan keluhan atau bertanya terkait kondisi kesehatannya, sehingga dapat memperoleh edukasi dan saran yang tepat sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini dilaksanakan oleh tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Siwalan yang terdiri dari berbagai bidang, termasuk tenaga medis dan tenaga kesehatan lingkungan. Pelayanan yang diberikan mengedepankan prinsip ramah, cepat, dan berkualitas, sehingga siswa merasa nyaman selama mengikuti rangkaian pemeriksaan.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Siwalan tidak hanya berfokus pada aspek pemeriksaan kesehatan semata, tetapi juga berupaya meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat, pentingnya asupan gizi seimbang, serta kebiasaan menjaga kebersihan diri turut disampaikan sebagai bagian dari pendekatan promotif.
Hasil dari pemeriksaan kesehatan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak Puskesmas maupun sekolah dalam merancang tindak lanjut yang diperlukan, baik berupa rujukan bagi siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut maupun kegiatan edukasi lanjutan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, upaya peningkatan kesehatan siswa dapat dilakukan secara berkesinambungan dan terarah.
[Gambar][Gambar]
Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, karena dinilai sangat membantu dalam memantau kondisi kesehatan siswa secara menyeluruh. Sinergi antara Puskesmas dan pihak sekolah menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung proses belajar mengajar yang optimal.
Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan kesehatan anak usia sekolah. Puskesmas Siwalan berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk dalam upaya menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif.
Dengan adanya kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini, diharapkan para siswa semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.
[Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar]
Rabu, 15 April 2026
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, Puskesmas Siwalan melalui petugas kesehatan lingkungan (kesling) melaksanakan kegiatan pemeriksaan sampel air yang bersumber dari sarana Pamsimas di wilayah Kecamatan Siwalan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan kualitas air bersih yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, guna memastikan air yang dikonsumsi aman dan memenuhi standar kesehatan.
Pengambilan sampel air dilaksanakan pada hari Selasa dan Kamis, tanggal 7 dan 9 April 2026, dengan cakupan sebanyak 13 desa di wilayah kerja Puskesmas Siwalan. Setiap sampel diambil secara representatif dari sumber air yang digunakan masyarakat, dengan memperhatikan prosedur pengambilan sampel yang sesuai standar agar hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah proses pengambilan, seluruh sampel air dibawa ke laboratorium Puskesmas Siwalan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan meliputi parameter fisik dan kimia, antara lain suhu, Total Dissolved Solids (TDS), serta derajat keasaman (pH) air. Parameter-parameter ini penting untuk mengetahui kondisi dasar air dan apakah masih dalam batas aman untuk digunakan.
[Gambar][Gambar][Gambar]
Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan bakteriologi untuk mendeteksi adanya mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri coliform, yang dapat menjadi indikator pencemaran air. Pemeriksaan bakteriologi ini memerlukan waktu lebih lama dibandingkan pemeriksaan fisik dan kimia, karena melalui proses inkubasi di media tertentu. Umumnya, hasil pemeriksaan bakteriologi dapat diketahui dalam waktu 2 x 24 jam.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air secara menyeluruh, baik dari segi fisik, kimia, maupun mikrobiologi. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bahan evaluasi serta dasar tindak lanjut dalam pembinaan sarana air bersih di masing-masing desa, termasuk edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan sumber air.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan kualitas air yang digunakan masyarakat tetap terjaga dan terhindar dari risiko pencemaran yang dapat berdampak pada kesehatan. Puskesmas Siwalan berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan kualitas lingkungan secara berkala sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
[Gambar][Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar]
Jumat, 10 April 2026
Siwalan, Selasa (7/4/2026) – Puskesmas Siwalan menyelenggarakan Pertemuan Lintas Sektoral sebagai wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Siwalan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026, dan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Forkopimcam Siwalan, para Kepala Desa se-wilayah kerja Puskesmas Siwalan, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), Koordinator Lapangan Keluarga Berencana (Korlap KB), Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, serta Kepala Sekolah SMP dan SMK, dan unsur lintas sektor lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan bahwa pertemuan lintas sektoral memiliki peran penting dalam memperkuat kolaborasi antar sektor, khususnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan berbagai program kesehatan di tingkat kecamatan dan desa.
Agenda utama pertemuan meliputi pemaparan capaian kinerja Puskesmas Siwalan sepanjang tahun 2025, termasuk capaian program kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta upaya promotif dan preventif di masyarakat. Selain itu, disampaikan pula berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program di tahun 2025.
Selanjutnya, forum membahas rencana kegiatan dan program prioritas Puskesmas Siwalan untuk tahun 2026. Perencanaan tersebut disusun dengan mempertimbangkan evaluasi capaian tahun sebelumnya serta masukan dari lintas sektor, sehingga diharapkan program yang akan dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin komitmen bersama antar lintas sektor untuk terus mendukung program kesehatan, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat peran masing-masing pihak dalam mewujudkan masyarakat Siwalan yang sehat dan sejahtera.
[Gambar][Gambar]
Selasa, 7 April 2026
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus campak dan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah di Indonesia.
Berdasarkan data hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang rentan tertular karena intensitas kontak dengan pasien.
“Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Andi Saguni.
Sebagai upaya pengendalian, Kemenkes telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya di lingkungan fasilitas kesehatan.
Melalui surat edaran ini, Kemenkes menginstruksikan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan, antara lain dengan melakukan skrining dan triase dini, menyiapkan ruang isolasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta memperkuat sistem pengendalian infeksi.
Selain itu, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol pencegahan infeksi, serta segera melaporkan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.
“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” tambah Andi Saguni.
Kemenkes juga menegaskan bahwa seluruh kasus suspek campak harus dilaporkan dalam waktu maksimal 24 jam melalui sistem surveilans yang telah ditetapkan.
Dengan diterbitkannya surat edaran ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan bersama-sama menekan penyebaran campak, sekaligus melindungi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan.
Senin, 6 April 2026
Januari
15 Januari : Hari Kanker Anak Sedunia
24 Januari : Hari Kesadaran Sindrom Moebius
25 Januari : Hari Gizi Nasional
26 Januari : Hari Kusta Sedunia
Februari
4 Februari : Hari Kanker Sedunia
15 Februari : Hari Kanker Anak Sedunia
27 Februari : Hari Anosmia Sedunia
28 Februari : Hari Penyakit Langka Sedunia
Maret
3 Maret : Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional
9-15 Maret : Pekan Peringatan Keamanan Pada Pasien
13 Maret : Hari Ginjal Sedunia
17 Maret : Hari Perawat Nasional
20 Maret : Hari Kesehatan Mulut Sedunia
21 Maret : Hari Down Syndrome Sedunia
24 Maret : Hari Tuberkolosis Sedunia
26 Maret : Hari Epilepsi Sedunia
April
2 April : Hari Kesadaran Autisme Sedunia
6 April : Hari Aktivitas Fisik Sedunia
7 April : Hari Kesehatan Sedunia
8 April : Hari Anak Balita Nasional
10 April : Hari Meluas Malaria Sedunia
11 April : Hari Kanker Tulang Sedunia
17 April : Hari Hemofilia Sedunia
18 April : Hari Diabetes Nasional
22 April : Hari Demam Berdarah Nasional
24 April : Hari Sadar Bising Sedunia
25 April : Hari Malaria Sedunia
28 April : Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )
28-30 April : Hari Imunisasi Sedunia
29 April : Hari Posyandu
Mei
5 Mei : Hari Bidan Sedunia
6 Mei : Hari Asma Sedunia
8 Mei : Hari Thalasemia Sedunia
8 Mei : Hari Palang Merah Sedunia
10 Mei : Hari Lupus Sedunia
12 Mei : Hari Perawat Sedunia
17 Mei : Hari Hipertensi Sedunia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
29 Mei : Hari Lanjut Usia Nasional
31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Juni
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
7 Juni : Hari Keamanan Pangan Sedunia
14 Juni : Hari Donor Darah Sedunia
15 Juni : Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Internasional
29 Juni : Hari Keluarga Nasional
Juli
1 Juli : Hari Buah Sedunia
17 Juli : Hari Saka Bakti Husada
22 Juli : Hari Otak Sedunia
23 Juli : Hari Anak Nasional
28 Juli : Hari Hepatitis Sedunia
Agustus
1 Agustus : Hari Remaja Asia
1 Agustus : Hari Kanker Paru-Paru Sedunia
1 - 7 Agustus : Pekan ASI Sedunia
5 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
10 Agustus : Hari Konservasi Alam Nasional
14 Agustus : Hari Pramuka Nasional
September
4 - 12 September : Pekan Peduli Hepatitis B
12 September : Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional
13 September : Hari Sepsis Sedunia
15 September : Hari Peduli Limfoma sedunia
16 September : Hari Pangan Nasional
17 September : Hari Palang Merah Indonesia
21 September : Hari Alzheimer Sedunia
24 September : Hari Kesehatan dan Kebugaran Keluarga
24 September : Hari Jantung sedunia
25 September : Hari Apoteker Sedunia
28 September : Hari Rabies sedunia
28 September : Hari Tuli Sedunia
29 September : Hari Jantung Sedunia
30 September : Hari Hati Sedunia
Oktober
1 Oktober : Hari Lansia Internasional
2 Oktober : Hari Antikekerasan Internasional
2 Oktober : Hari Susu Nasional
5 Oktober : Hari Meningitis Sedunia
6 Oktober : Hari Cerebral Palsy Sedunia
8 Oktober : Hari Penglihatan Sedunia
10 Oktober : Hari Kesehatan Mental Sedunia
12 Oktober : Hari Artritis Sedunia
13 Oktober : Hari Trombosit Sedunia
15 Oktober : Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) sedunia
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia
18 Oktober : Hari Menopause sedunia
20 Oktober : Hari Osteoporosis sedunia
24 Oktober : Hari Dokter Nasional
24 Oktober : Hari Polio Sedunia
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
29 Oktober : Hari Stroke Sedunia
November
12 November : Hari Kesehatan Nasional (HKN)
12 November : Hari Pneumonia Sedunia
14 November : Hari Diabetes sedunia
18 November : Hari Peringatan Sedunia Untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas
18 - 24 November : Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia
19 November : Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis
28 November : Hari menanam Pohon Indonesia
Desember
1 Desember : Hari AIDS sedunia
3 Desember : Hari Disabilitas Internasional
5 Desember : Hari Relawan sedunia
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu
27 Desember : Hari Kesatuan Gerak PKK
28 Desember : Hari Kusta sedunia
Rabu, 1 April 2026
Hari Besar Nasional dan Internasional Januari
Nasional
3 Januari : Hari Departemen Agama
5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
10 Januari : Hari Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)
15 Januari : Hari Darma Samudra
25 Januari : Hari Gizi dan Makanan
Internasional
1 Januari : Tahun Baru Masehi
1 Januari : Hari Perdamaian Sedunia
2 Januari : Hari Introvert Sedunia
4 Januari : Hari Braille Sedunia
4 Januari : Hari Hipnotis Sedunia
9 Januari : Hari Koreografer Internasional
14 Januari : Hari Layang-Layang Internasional
14 Januari : Hari Logika Sedunia
18 Januari : Hari Agama Sedunia
18 Januari : Hari Salju Sedunia
24 Januari : Hari Edukasi Internasional
26 Januari : Hari Edukasi Lingkungan Internasional
31 Januari : Hari Zebra Internasional
Hari Besar Nasional dan Internasional Februari
Nasional
9 Februari : Hari Pers Nasional (HPN)
9 Februari : Hari Kavaleri
14 Februari : Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA)
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia
Internasional
1 Februari : Hari Aspergillosis Sedunia
1 Februari : Hari Hijab Sedunia
2 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia
4 Februari : Hari Kanker Sedunia
4 Februari : Hari Persaudaraan Manusia Internasional
8 Februari : Hari Pernikahan Sedunia
10 Februari : Hari Epilepsi Internasional
13 Februari : Hari Radio Sedunia
15 Februari : Hari Kuda Nil Sedunia
15 Februari : Hari Paus Sedunia
19 Februari : Hari Antropologi Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Maret
Nasional
1 Maret : Hari Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Jogja
1 Maret : Hari Kehakiman Nasional
6 Maret : Hari Kostrad
9 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia
11 Maret : Hari Supersemar
17 Maret : Hari Perawat Nasional
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
30 Maret : Hari Film Indonesia
Internasional
1 Maret : Hari Rumput Laut Sedunia
2 Maret : Hari Tenis Sedunia
3 Maret : Hari Satwa Liar Sedunia
4 Maret : Hari Obesitas Sedunia
4 Maret : Hari Perlawanan Terhadap Eksploitasi Seksual Sedunia
5 Maret : Hari Informasi Arsitektur Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional April
Nasional
6 April : Hari Nelayan Indonesia
9 April : Hari TNI AU
16 April : Hari Kopassus
19 April : Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
20 April : Hari Konsumen Nasional
21 April : Hari Kartini
24 April : Hari Angkutan Nasional
27 April : Hari Pemasyarakatan Indonesia
28 April : Hari Puisi Nasional
Internasional
2 April : Hari Buku Anak-Anak Internasional
3 April : Hari Pesta Sedunia
7 April : Hari Biwara Internasional
7 April : Hari Kesehatan Sedunia
12 April : Hari Anak Jalanan Internasional
14 April : Hari Penyakit Chagas Sedunia
15 April : Hari Seni Sedunia
16 April : Hari Suara Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Mei
Nasional
1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
2 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
17 Mei : Hari Buku Nasional
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
Internasional
1 Mei : Hari Password Sedunia
1 Mei : Hari Buruh Internasional
3 Mei : Hari Kebebasan Pers Dunia
4 Mei : Hari Pemadam Kebakaran Internasional
6 Mei : Hari Asma Sedunia
8 Mei : Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia
10 Mei : Hari Lupus Sedunia
10 Mei : Hari Perdagangan Adil Sedunia
12 Mei : Hari Perawat Internasional
Hari Besar Nasional dan Internasional Juni
Nasional
1 Juni : Hari Lahir Pancasila
3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
10 Juni : Hari Media Sosial Indonesia
17 Juni : Hari Dermaga Nasional
21 Juni : Hari Krida Pertanian
24 Juni : Hari Bidan Nasional
29 Juni : Hari Keluarga Berencana
Internasional
1 Juni : Hari Orang Tua Sedunia
3 Juni : Hari Sepeda Sedunia
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
7 Juni : Hari Keamanan Pangan Sedunia
8 Juni : Hari Laut Sedunia
12 Juni : Hari Melawan Pekerja Anak Sedunia
13 Juni : Hari Kesadaran Albinisme Internasional
14 Juni : Hari Donor Darah Sedunia
15 Juni : Hari Kesadaran Sedunia terhadap Kekerasan terhadap Lansia
Hari Besar Nasional dan Internasional Juli
Nasional
1 Juli : Hari Bhayangkara
5 Juli : Hari Bank Indonesia
7 Juli : Hari Pustakawan
9 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi Indonesia
17 Juli : Hari Integrasi Timor Timur
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
30 Juli : Hari Ikrar Gerakan Pramuka
Internasional
1 Juli : Hari Humor Internasional
2 Juli : Hari UFO Sedunia
6 Juli : Hari Peringatan Penyakit Zoonosis Dunia
7 Juli : Hari Cokelat Sedunia
11 Juli : Hari Populasi Sedunia
16 Juli : Hari Ular Sedunia
17 Juli : Hari Keadilan Internasional Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional September
Nasional
1 September : Hari Polisi Wanita (Polwan)
4 September : Hari Pelanggan Nasional
8 September : Hari Pamong Praja
9 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
14 September : Hari Kunjung Perpustakaan
17 September : Hari Perhubungan Nasional
17 September : Hari Palang Merah Indonesia
24 September : Hari Tani/Agararia Nasional
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI
Internasional
1 September : Hari Menulis Surat Sedunia
2 September : Hari Kelapa Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober
Nasional
1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
2 Oktober : Hari Batik Nasional
2 Oktober : Hari Susu Nasional
5 Oktober : Hari tentara Nasional Indonesia (TNI)
8 Oktober : Hari Tata Ruang Nasional
12 Oktober : Hari Museum Nasional
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
22 Oktober : Hari Santri Nasional
24 Oktober : Hari Dokter Indonesia
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober : Hari Keuangan Nasional
Internasional
1 Oktober : Hari Lansia Internasional
1 Oktober : Hari Kopi Internasional
1 Oktober : Hari Musik Internasional
Hari Besar Nasional dan Internasional November
Nasional
5 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
10 November : Hari Ganefo
10 November : Hari Pahlawan
11 November : Hari Bangunan Indonesia
12 November : Hari Kesehatan Nasional
12 November : Hari Ayah Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (Brimob)
22 November : Hari Perhubungan Darat Nasional
25 November : Hari Guru (PGRI)
28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia
29 November : Hari Korps Pegawai RI (KORPRI)
Internasional
1 November : Hari Vegan Sedunia
2 November : Hari Balet Sedunia
5 November : Hari Kesadaran Tsunami Sedunia
8 November : Hari Pianis Sedunia
8 November : Hari Radiografi Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Desember
Nasional
1 Desember : Hari Artileri
9 Desember : Hari Armada Republik Indonesia
9 Desember : Hari Antikorupsi Sedunia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Nusantara
15 Desember : Hari Juang Kartika TNI AD
19 Desember : Hari Bela Negara
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu Nasional
22 Desember : Hari Sosial
25 Desember : Hari Natal
Internasional
1 Desember : Hari AIDS Sedunia
2 Desember : Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan
3 Desember : Hari Penyandang Disabilitas Internasional
4 Desember : Hari Perbankan Internasional
5 Desember : Hari Relawan untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Internasional
Selasa, 31 Maret 2026
Rabu, 24 September 2025, Puskesmas Siwalan bersama dengan Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) berupa IUD dan implant.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas melalui pelayanan KB yang mudah diakses masyarakat.
Pelayanan KB MJKP, seperti IUD dan implant, memiliki banyak manfaat karena dapat digunakan dalam jangka panjang, efektif, dan aman. Dengan adanya pilihan ini, masyarakat terutama para ibu dapat merencanakan kehamilan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Selain itu, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang juga dapat membantu menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Kegiatan bakti sosial ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Siwalan bertugas memberikan pelayanan medis dan pendampingan kepada akseptor KB, sedangkan Koramil Sragi–Siwalan berperan aktif dalam mendukung kelancaran jalannya kegiatan serta membantu menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi. Sementara itu, Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan turut serta dalam memberikan edukasi dan konseling kepada masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari peserta. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini, terlihat dari tingginya minat ibu-ibu yang datang untuk memanfaatkan pelayanan KB gratis yang disediakan. Para peserta juga diberikan informasi seputar manfaat KB, cara kerja IUD dan implant, serta penjelasan mengenai efek samping yang mungkin timbul agar mereka lebih memahami dan merasa tenang dalam menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
[Gambar][Gambar][Gambar]
Selain memberikan manfaat langsung berupa pelayanan KB, kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengendalian jumlah dan jarak kelahiran. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan kesehatan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan keluarga yang sehat dan terencana, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan baik, pendidikan lebih terjamin, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, terutama kepada Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang KB, membutuhkan peran serta semua elemen, baik tenaga kesehatan, aparat, maupun masyarakat itu sendiri.
Dengan berakhirnya kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan KB MJKP IUD & Implant ini, Puskesmas Siwalan berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh akses pelayanan KB berkualitas dan mampu mewujudkan keluarga kecil yang bahagia serta sejahtera.
[Gambar] [Gambar]
Kamis, 25 September 2025