Admin
Sabtu, 1 Agustus 2026
Siwalan, 31 Juli 2026 – Puskesmas Siwalan menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Lintas Sektoral sebagai upaya memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan Siwalan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, kader kesehatan, serta berbagai mitra yang selama ini berperan aktif dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Siwalan.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyampaikan capaian program kesehatan, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan, membahas berbagai tantangan di lapangan, sekaligus menyusun langkah bersama guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam paparannya, Kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan perkembangan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Pelaksanaan CKG di wilayah kerja Puskesmas Siwalan dilakukan baik di dalam gedung maupun di luar gedung melalui berbagai pendekatan pelayanan, seperti Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), sekolah, pondok pesantren, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), organisasi perangkat daerah, serta kegiatan pelayanan kesehatan di desa-desa. Hingga akhir Juni 2026, program ini telah menjangkau ribuan masyarakat dari berbagai kelompok sasaran, mulai dari bayi baru lahir, balita, usia sekolah, dewasa hingga lanjut usia. Meskipun demikian, masih diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan cakupan pelayanan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai secara optimal.
Dalam diskusi juga disampaikan berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan CKG, di antaranya masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terbatasnya partisipasi sasaran di Posyandu, adanya penduduk usia produktif yang merantau, perlunya peningkatan ketepatan pelaporan melalui aplikasi ASIK, serta kebutuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang memadai. Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Siwalan mengajak seluruh pemerintah desa, kader kesehatan, serta lintas sektor agar terus berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan di wilayah masing-masing.
Selain membahas capaian CKG, pertemuan ini juga memaparkan inovasi Penemuan Kasus Tuberkulosis (TB) melalui Tracing TB Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis. Program ini bertujuan mempercepat pelacakan kontak serumah dan kontak erat penderita TB, meningkatkan penemuan kasus baru, memperluas pemberian terapi pencegahan TB, sekaligus mengintegrasikan kegiatan tracing dengan pelayanan CKG secara sistematis. Melalui kolaborasi antara Puskesmas, rumah sakit, kader kesehatan, pemerintah desa, dan lintas sektor lainnya, diharapkan penemuan kasus TB dapat dilakukan lebih cepat sehingga penularan penyakit dapat ditekan sejak dini.
Materi berikutnya membahas pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026. Pada bulan Agustus, kegiatan BIAS akan memberikan imunisasi kepada siswa kelas 1 berupa vaksin MR (Campak Rubella) serta siswi kelas 5 berupa vaksin HPV. Program ini merupakan salah satu bentuk perlindungan kesehatan anak sekolah agar terhindar dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.
Pertemuan lintas sektor juga menjadi sarana sosialisasi mengenai implementasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024. Dalam pemaparan dijelaskan bahwa Posyandu kini memiliki peran lebih luas sebagai bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa yang mendukung enam bidang pelayanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta bidang sosial. Meskipun terdapat penguatan fungsi Posyandu di berbagai bidang, pelayanan kesehatan melalui Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) tetap berjalan sebagaimana selama ini dan tetap melayani seluruh siklus hidup masyarakat mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Melalui forum ini, seluruh peserta juga berdiskusi mengenai pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam mendukung berbagai program kesehatan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta berbagai mitra lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penyelenggaraan program kesehatan di wilayah Kecamatan Siwalan, kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Komitmen Bersama Lintas Sektor Puskesmas Siwalan. Penandatanganan komitmen ini menjadi simbol kesepakatan seluruh unsur lintas sektor untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kolaborasi, serta bersama-sama mendukung seluruh program kesehatan demi mewujudkan masyarakat Kecamatan Siwalan yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Puskesmas Siwalan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur lintas sektor yang telah hadir serta memberikan dukungan dalam kegiatan ini. Diharapkan semangat kebersamaan dan komitmen yang telah dibangun dapat terus diwujudkan dalam berbagai aksi nyata di lapangan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin optimal dan target pembangunan kesehatan di Kecamatan Siwalan dapat tercapai dengan baik.