Admin
Selasa, 28 Juli 2026
Siwalan – Sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan remaja sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan peduli terhadap kesehatan fisik maupun mental, Puskesmas Siwalan melaksanakan kegiatan Pelita Tumbuh (Pendampingan Layanan Psikologis dan Tumbuh Kembang Anak Sekolah) pada Senin, 27 Juli 2026 bertempat di SMPN 1 Siwalan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kesehatan Jiwa Anak Sekolah ini diprakarsai oleh Intani Rahmadhani selaku penanggung jawab program. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh 36 peserta yang terdiri atas Guru Bimbingan Konseling (BK), Wakil Kepala Sekolah, serta perwakilan siswa. Kegiatan dibuka oleh Ibu Tifany Ratnasari, S.Pd, guru SMPN 1 Siwalan, dan turut dihadiri oleh Kepala Sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan di lingkungan sekolah.
Materi disampaikan oleh dr. Asit Widyastuti bersama Intani Rahmadhani, yang memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan jiwa remaja, tumbuh kembang anak usia sekolah, serta pembentukan First Aider sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama, khususnya pada kondisi kedaruratan psikologis di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan ini, tim First Aider Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis secara resmi telah disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala SMPN 1 Siwalan. Pembentukan tim ini menjadi langkah nyata sekolah dalam memperkuat sistem perlindungan dan dukungan bagi seluruh warga sekolah, terutama dalam menghadapi berbagai permasalahan kesehatan mental yang dapat dialami oleh peserta didik.
First Aider di sekolah memiliki peran penting dalam memberikan respons awal ketika ditemukan siswa atau warga sekolah yang mengalami tekanan psikologis, krisis emosional, maupun kondisi kedaruratan lainnya. Kehadiran tim ini diharapkan mampu memberikan pertolongan awal, menenangkan korban, mencegah kondisi menjadi lebih berat, serta menghubungkan siswa dengan tenaga kesehatan atau layanan profesional apabila diperlukan. Selain itu, First Aider juga berperan dalam memberikan respons cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan fisik sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Melalui inovasi Pelita Tumbuh, Puskesmas Siwalan mengembangkan pendekatan pelayanan kesehatan remaja yang lebih komprehensif. Program ini tidak hanya berfokus pada penanganan masalah kesehatan ketika sudah terjadi, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui edukasi, deteksi dini faktor risiko, serta pemberdayaan kader kesehatan sekolah.
Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan remaja melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi, edukasi berkelanjutan, skrining kesehatan, konseling, serta pelibatan aktif kader sebaya sebagai pendidik dan pendamping bagi teman-temannya. Sasaran program meliputi siswa SMP dan SMA sederajat, guru UKS, kader sebaya (peer educator), serta orang tua atau wali siswa sehingga tercipta dukungan kesehatan yang menyeluruh.
Pelaksanaan program diawali dengan tahap persiapan melalui koordinasi antara Puskesmas, pihak sekolah, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya. Selanjutnya dilakukan pembentukan Tim Posyandu Remaja Sekolah, seleksi serta pelatihan kader remaja, penyusunan jadwal kegiatan rutin setiap bulan, hingga penyediaan sarana dan media edukasi yang mendukung proses pembelajaran kesehatan di sekolah.
Pada tahap pelaksanaan, kegiatan Posyandu Remaja menggunakan sistem 5 meja pelayanan. Meja pertama melayani registrasi dan absensi peserta. Meja kedua digunakan untuk pemeriksaan antropometri seperti pengukuran tinggi badan, berat badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar lengan atas bila diperlukan, serta pemeriksaan tekanan darah. Meja ketiga difokuskan pada skrining kesehatan meliputi pemeriksaan anemia (Hb), status gizi, kesehatan reproduksi, kesehatan mental, perilaku merokok, konsumsi alkohol dan NAPZA, serta aktivitas fisik. Selanjutnya pada meja keempat dilakukan konseling individu maupun kelompok oleh tenaga kesehatan bersama kader sebaya. Sementara pada meja kelima diberikan edukasi kesehatan, tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta rujukan apabila ditemukan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Berbagai materi edukasi diberikan kepada peserta, di antaranya mengenai gizi seimbang, pencegahan anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), kesehatan reproduksi remaja, pencegahan stunting sejak usia remaja, kesehatan mental, bahaya merokok, alkohol dan NAPZA, pentingnya aktivitas fisik, pencegahan perundungan (bullying), hingga literasi kesehatan digital.
Agar penyampaian materi lebih menarik dan mudah dipahami oleh remaja, kegiatan dilaksanakan menggunakan berbagai metode seperti penyuluhan interaktif, diskusi kelompok kecil, edukasi sebaya (peer education), permainan edukatif, konseling individual, skrining kesehatan berkala, serta kampanye kesehatan melalui media sosial sekolah.
Sebagai bentuk pengendalian mutu program, monitoring dan evaluasi dilaksanakan setiap bulan dengan melihat berbagai indikator, antara lain persentase kehadiran siswa, cakupan skrining kesehatan, kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah, jumlah kasus yang ditemukan dan dirujuk, peningkatan pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test, serta evaluasi terhadap kinerja kader Posyandu Remaja.
Melalui inovasi ini, Puskesmas Siwalan mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan remaja dalam satu program yang berkesinambungan, mulai dari Posyandu Remaja di sekolah, kelas edukasi kesehatan, konseling psikologi dan kesehatan reproduksi, skrining anemia, status gizi dan kesehatan mental, pemantauan konsumsi Tablet Tambah Darah, dashboard pencatatan digital hasil skrining, hingga pelibatan kader sebaya sebagai pendidik dan pendamping.
Diharapkan, kehadiran Tim First Aider dan pelaksanaan Program Pelita Tumbuh mampu mewujudkan sekolah yang lebih aman, tanggap terhadap kondisi darurat, serta peduli terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial seluruh warganya. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.