Kamis, 9 April 2026
Dalam rangka memperingati Hari Balita Nasional yang jatuh pada tanggal 8 April 2026, perhatian terhadap pentingnya pemenuhan gizi pada anak usia balita kembali menjadi sorotan utama. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa masa balita merupakan periode krusial dalam menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan anak di masa depan. Melalui tema “Pemberian Makanan Tepat, Cegah Stunting”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam memastikan asupan gizi yang optimal sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dini.
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, sistem imun, hingga produktivitas di masa depan.
Upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan pendekatan yang menyeluruh, berkelanjutan, serta melibatkan berbagai pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah. Salah satu langkah paling efektif yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan pemberian makanan yang tepat, baik dari segi jenis, jumlah, maupun frekuensinya.
Pentingnya Gizi Seimbang pada Balita
Masa balita merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada fase ini, tubuh dan otak berkembang dengan sangat pesat sehingga membutuhkan asupan gizi yang optimal. Kekurangan nutrisi pada masa ini dapat berdampak jangka panjang dan sulit diperbaiki di kemudian hari.
Pemberian makanan yang tepat tidak hanya berarti cukup dalam jumlah, tetapi juga harus memenuhi prinsip gizi seimbang. Anak perlu mendapatkan karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, lemak sehat untuk perkembangan otak, serta vitamin dan mineral untuk menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan.
Rabu, 8 April 2026
Selasa, 7 April 2026
Sumber makanan yang beragam sangat dianjurkan, seperti nasi, lauk hewani (ikan, telur, daging), lauk nabati (tahu, tempe), sayuran, dan buah-buahan. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan aman, higienis, dan diolah dengan cara yang benar agar kandungan gizinya tetap terjaga.
Peran ASI dan MP-ASI dalam Pencegahan Stunting
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan fondasi utama dalam pencegahan stunting. ASI mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi, serta antibodi yang dapat melindungi dari berbagai penyakit infeksi.
Setelah bayi berusia enam bulan, kebutuhan gizinya meningkat sehingga perlu diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pada tahap ini, orang tua perlu memperhatikan kualitas MP-ASI, baik dari segi tekstur, variasi, maupun kandungan nutrisinya. MP-ASI yang baik adalah yang kaya protein hewani, karena terbukti berperan penting dalam mencegah stunting.
Pemberian MP-ASI juga harus dilakukan secara bertahap sesuai usia anak, dimulai dari makanan yang dihaluskan hingga makanan keluarga. Frekuensi makan juga perlu ditingkatkan seiring bertambahnya usia anak, agar kebutuhan energi dan zat gizi dapat terpenuhi.
Pola Asuh dan Kebiasaan Makan yang Baik
Selain kualitas makanan, pola asuh juga memegang peranan penting dalam pencegahan stunting. Orang tua perlu membangun kebiasaan makan yang baik sejak dini, seperti makan tepat waktu, tidak memaksa anak, serta menciptakan suasana makan yang menyenangkan.
Interaksi antara orang tua dan anak saat makan juga sangat penting. Anak yang mendapatkan perhatian dan stimulasi positif cenderung memiliki nafsu makan yang lebih baik. Sebaliknya, kebiasaan memberikan makanan sambil bermain gadget atau televisi dapat mengganggu fokus anak saat makan dan berisiko menurunkan asupan gizi.
Penting pula untuk memantau pertumbuhan anak secara rutin melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan di posyandu atau fasilitas kesehatan. Dengan pemantauan yang baik, gangguan pertumbuhan dapat dideteksi lebih awal dan segera ditangani.
Pengaruh Infeksi terhadap Risiko Stunting
Stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga berkaitan erat dengan penyakit infeksi yang berulang, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Infeksi dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh serta meningkatkan kebutuhan energi, sehingga memperparah kondisi kekurangan gizi.
Oleh karena itu, selain memastikan asupan makanan yang cukup, penting juga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan dengan sabun, penggunaan air bersih, serta sanitasi yang baik merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah infeksi.
Imunisasi lengkap juga berperan penting dalam melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat berdampak pada pertumbuhan. Dengan tubuh yang sehat, anak dapat menyerap nutrisi secara optimal dan tumbuh sesuai dengan usianya.
Peran Keluarga dan Lingkungan dalam Mendukung Gizi Anak
Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga seluruh anggota keluarga. Dukungan dari ayah, kakek-nenek, serta lingkungan sekitar sangat diperlukan dalam menciptakan pola makan yang sehat bagi anak.
Edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang perlu terus ditingkatkan, terutama bagi keluarga dengan balita. Tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat, baik melalui posyandu, puskesmas, maupun kegiatan kesehatan lainnya.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai program, seperti pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, serta peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan prevalensi stunting.
Investasi Masa Depan Melalui Gizi yang Tepat
Mencegah stunting berarti berinvestasi pada masa depan bangsa. Anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas akan menjadi generasi yang produktif dan mampu bersaing di masa mendatang. Sebaliknya, jika stunting tidak ditangani dengan baik, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami bahwa pemberian makanan yang tepat bukan sekadar memenuhi kebutuhan harian, tetapi merupakan langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Dengan komitmen bersama, dimulai dari keluarga hingga tingkat masyarakat, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara efektif. Mari kita wujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pemberian makanan yang tepat sejak dini.
Siwalan, Selasa (7/4/2026) – Puskesmas Siwalan menyelenggarakan Pertemuan Lintas Sektoral sebagai wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Siwalan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026, dan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Forkopimcam Siwalan, para Kepala Desa se-wilayah kerja Puskesmas Siwalan, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), Koordinator Lapangan Keluarga Berencana (Korlap KB), Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan, serta Kepala Sekolah SMP dan SMK, dan unsur lintas sektor lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan bahwa pertemuan lintas sektoral memiliki peran penting dalam memperkuat kolaborasi antar sektor, khususnya dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan berbagai program kesehatan di tingkat kecamatan dan desa.
Agenda utama pertemuan meliputi pemaparan capaian kinerja Puskesmas Siwalan sepanjang tahun 2025, termasuk capaian program kesehatan ibu dan anak, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, serta upaya promotif dan preventif di masyarakat. Selain itu, disampaikan pula berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program di tahun 2025.
Selanjutnya, forum membahas rencana kegiatan dan program prioritas Puskesmas Siwalan untuk tahun 2026. Perencanaan tersebut disusun dengan mempertimbangkan evaluasi capaian tahun sebelumnya serta masukan dari lintas sektor, sehingga diharapkan program yang akan dilaksanakan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin komitmen bersama antar lintas sektor untuk terus mendukung program kesehatan, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat peran masing-masing pihak dalam mewujudkan masyarakat Siwalan yang sehat dan sejahtera.
[Gambar][Gambar]
Selasa, 7 April 2026
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus campak dan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di sejumlah daerah di Indonesia.
Berdasarkan data hingga minggu ke-11 tahun 2026, tercatat sebanyak 58 KLB campak di 39 kabupaten/kota yang tersebar di 14 provinsi. Jumlah kasus sempat mencapai 2.740 pada awal tahun, meskipun kini menunjukkan tren penurunan menjadi 177 kasus.
Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menegaskan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang rentan tertular karena intensitas kontak dengan pasien.
“Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Andi Saguni.
Sebagai upaya pengendalian, Kemenkes telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR di 102 kabupaten/kota dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya di lingkungan fasilitas kesehatan.
Melalui surat edaran ini, Kemenkes menginstruksikan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan, antara lain dengan melakukan skrining dan triase dini, menyiapkan ruang isolasi, memastikan ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta memperkuat sistem pengendalian infeksi.
Selain itu, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol pencegahan infeksi, serta segera melaporkan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak.
“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” tambah Andi Saguni.
Kemenkes juga menegaskan bahwa seluruh kasus suspek campak harus dilaporkan dalam waktu maksimal 24 jam melalui sistem surveilans yang telah ditetapkan.
Dengan diterbitkannya surat edaran ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan bersama-sama menekan penyebaran campak, sekaligus melindungi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan.
Senin, 6 April 2026
Isi Piringku merupakan pedoman gizi seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai upaya untuk membantu masyarakat memahami cara menyusun menu makan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pedoman ini menggantikan konsep 4 Sehat 5 Sempurna dengan menekankan keseimbangan porsi, keberagaman jenis makanan, serta pentingnya perilaku hidup bersih dan aktif. Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, Isi Piringku diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat dalam setiap waktu makan.
Dalam konsep Isi Piringku, satu piring makan dibagi menjadi dua bagian besar. Setengah bagian piring diisi oleh sayur dan buah, sedangkan setengah bagian lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk. Pembagian ini bertujuan agar tubuh memperoleh asupan zat gizi yang lengkap dan seimbang sesuai dengan kebutuhan harian.
Makanan pokok berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Kandungan karbohidrat di dalam makanan pokok sangat dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mendukung fungsi otak, serta menjaga stamina tubuh. Makanan pokok tidak hanya terbatas pada nasi, tetapi juga dapat berupa jagung, kentang, singkong, ubi, sagu, maupun roti. Dengan mengonsumsi makanan pokok sesuai porsi, tubuh memperoleh energi yang cukup tanpa berlebihan.
Lauk pauk memiliki fungsi sebagai sumber protein yang berperan penting dalam pertumbuhan, pembentukan, dan perbaikan sel-sel tubuh. Protein juga dibutuhkan untuk pembentukan enzim, hormon, serta menjaga daya tahan tubuh. Lauk pauk dapat berasal dari sumber hewani seperti ikan, telur, ayam, dan daging, maupun dari sumber nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Kombinasi sumber protein hewani dan nabati sangat dianjurkan agar kebutuhan gizi terpenuhi secara optimal.
Sayur-sayuran berfungsi sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Serat membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, serta membantu mengontrol kadar gula dan kolesterol darah. Vitamin dan mineral dalam sayur berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan mata, kulit, serta berbagai fungsi organ lainnya. Oleh karena itu, konsumsi sayur dianjurkan dalam jumlah yang lebih banyak dan bervariasi setiap hari.
Buah-buahan juga memiliki fungsi penting sebagai sumber vitamin, mineral, dan antioksidan alami. Kandungan antioksidan dalam buah membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sementara seratnya mendukung kesehatan pencernaan. Buah juga memberikan rasa segar dan manis alami sehingga dapat menjadi pilihan sehat dibandingkan makanan tinggi gula. Konsumsi buah secara rutin membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Selain mengatur komposisi makanan, Isi Piringku juga menekankan pentingnya menerapkan perilaku hidup sehat. Masyarakat dianjurkan untuk minum air putih yang cukup, minimal delapan gelas per hari, guna menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah makan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mencegah penularan penyakit. Aktivitas fisik secara rutin juga dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh, mengontrol berat badan, dan meningkatkan kualitas hidup.
[Gambar] [Gambar]
[Gambar] [Gambar]
[Gambar][Gambar]
[Gambar] [Gambar]
Sabtu, 4 April 2026
Januari
15 Januari : Hari Kanker Anak Sedunia
24 Januari : Hari Kesadaran Sindrom Moebius
25 Januari : Hari Gizi Nasional
26 Januari : Hari Kusta Sedunia
Februari
4 Februari : Hari Kanker Sedunia
15 Februari : Hari Kanker Anak Sedunia
27 Februari : Hari Anosmia Sedunia
28 Februari : Hari Penyakit Langka Sedunia
Maret
3 Maret : Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional
9-15 Maret : Pekan Peringatan Keamanan Pada Pasien
13 Maret : Hari Ginjal Sedunia
17 Maret : Hari Perawat Nasional
20 Maret : Hari Kesehatan Mulut Sedunia
21 Maret : Hari Down Syndrome Sedunia
24 Maret : Hari Tuberkolosis Sedunia
26 Maret : Hari Epilepsi Sedunia
April
2 April : Hari Kesadaran Autisme Sedunia
6 April : Hari Aktivitas Fisik Sedunia
7 April : Hari Kesehatan Sedunia
8 April : Hari Anak Balita Nasional
10 April : Hari Meluas Malaria Sedunia
11 April : Hari Kanker Tulang Sedunia
17 April : Hari Hemofilia Sedunia
18 April : Hari Diabetes Nasional
22 April : Hari Demam Berdarah Nasional
24 April : Hari Sadar Bising Sedunia
25 April : Hari Malaria Sedunia
28 April : Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 )
28-30 April : Hari Imunisasi Sedunia
29 April : Hari Posyandu
Mei
5 Mei : Hari Bidan Sedunia
6 Mei : Hari Asma Sedunia
8 Mei : Hari Thalasemia Sedunia
8 Mei : Hari Palang Merah Sedunia
10 Mei : Hari Lupus Sedunia
12 Mei : Hari Perawat Sedunia
17 Mei : Hari Hipertensi Sedunia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
29 Mei : Hari Lanjut Usia Nasional
31 Mei : Hari Tanpa Tembakau Sedunia
Juni
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
7 Juni : Hari Keamanan Pangan Sedunia
14 Juni : Hari Donor Darah Sedunia
15 Juni : Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN
24 Juni : Hari Bidan Nasional
26 Juni : Hari Anti Narkoba Internasional
29 Juni : Hari Keluarga Nasional
Juli
1 Juli : Hari Buah Sedunia
17 Juli : Hari Saka Bakti Husada
22 Juli : Hari Otak Sedunia
23 Juli : Hari Anak Nasional
28 Juli : Hari Hepatitis Sedunia
Agustus
1 Agustus : Hari Remaja Asia
1 Agustus : Hari Kanker Paru-Paru Sedunia
1 - 7 Agustus : Pekan ASI Sedunia
5 Agustus : Hari Dharma Wanita Nasional
10 Agustus : Hari Konservasi Alam Nasional
14 Agustus : Hari Pramuka Nasional
September
4 - 12 September : Pekan Peduli Hepatitis B
12 September : Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional
13 September : Hari Sepsis Sedunia
15 September : Hari Peduli Limfoma sedunia
16 September : Hari Pangan Nasional
17 September : Hari Palang Merah Indonesia
21 September : Hari Alzheimer Sedunia
24 September : Hari Kesehatan dan Kebugaran Keluarga
24 September : Hari Jantung sedunia
25 September : Hari Apoteker Sedunia
28 September : Hari Rabies sedunia
28 September : Hari Tuli Sedunia
29 September : Hari Jantung Sedunia
30 September : Hari Hati Sedunia
Oktober
1 Oktober : Hari Lansia Internasional
2 Oktober : Hari Antikekerasan Internasional
2 Oktober : Hari Susu Nasional
5 Oktober : Hari Meningitis Sedunia
6 Oktober : Hari Cerebral Palsy Sedunia
8 Oktober : Hari Penglihatan Sedunia
10 Oktober : Hari Kesehatan Mental Sedunia
12 Oktober : Hari Artritis Sedunia
13 Oktober : Hari Trombosit Sedunia
15 Oktober : Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) sedunia
16 Oktober : Hari Pangan Sedunia
18 Oktober : Hari Menopause sedunia
20 Oktober : Hari Osteoporosis sedunia
24 Oktober : Hari Dokter Nasional
24 Oktober : Hari Polio Sedunia
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
29 Oktober : Hari Stroke Sedunia
November
12 November : Hari Kesehatan Nasional (HKN)
12 November : Hari Pneumonia Sedunia
14 November : Hari Diabetes sedunia
18 November : Hari Peringatan Sedunia Untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas
18 - 24 November : Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia
19 November : Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis
28 November : Hari menanam Pohon Indonesia
Desember
1 Desember : Hari AIDS sedunia
3 Desember : Hari Disabilitas Internasional
5 Desember : Hari Relawan sedunia
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu
27 Desember : Hari Kesatuan Gerak PKK
28 Desember : Hari Kusta sedunia
Rabu, 1 April 2026
Selasa, 31 Maret 2026
Hari Besar Nasional dan Internasional Januari
Nasional
3 Januari : Hari Departemen Agama
5 Januari : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
10 Januari : Hari Tritura (Tri Tuntutan Rakyat)
15 Januari : Hari Darma Samudra
25 Januari : Hari Gizi dan Makanan
Internasional
1 Januari : Tahun Baru Masehi
1 Januari : Hari Perdamaian Sedunia
2 Januari : Hari Introvert Sedunia
4 Januari : Hari Braille Sedunia
4 Januari : Hari Hipnotis Sedunia
9 Januari : Hari Koreografer Internasional
14 Januari : Hari Layang-Layang Internasional
14 Januari : Hari Logika Sedunia
18 Januari : Hari Agama Sedunia
18 Januari : Hari Salju Sedunia
24 Januari : Hari Edukasi Internasional
26 Januari : Hari Edukasi Lingkungan Internasional
31 Januari : Hari Zebra Internasional
Hari Besar Nasional dan Internasional Februari
Nasional
9 Februari : Hari Pers Nasional (HPN)
9 Februari : Hari Kavaleri
14 Februari : Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA)
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia
Internasional
1 Februari : Hari Aspergillosis Sedunia
1 Februari : Hari Hijab Sedunia
2 Februari : Hari Lahan Basah Sedunia
4 Februari : Hari Kanker Sedunia
4 Februari : Hari Persaudaraan Manusia Internasional
8 Februari : Hari Pernikahan Sedunia
10 Februari : Hari Epilepsi Internasional
13 Februari : Hari Radio Sedunia
15 Februari : Hari Kuda Nil Sedunia
15 Februari : Hari Paus Sedunia
19 Februari : Hari Antropologi Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Maret
Nasional
1 Maret : Hari Peringatan Peristiwa Serangan Umum di Jogja
1 Maret : Hari Kehakiman Nasional
6 Maret : Hari Kostrad
9 Maret : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia
11 Maret : Hari Supersemar
17 Maret : Hari Perawat Nasional
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
30 Maret : Hari Film Indonesia
Internasional
1 Maret : Hari Rumput Laut Sedunia
2 Maret : Hari Tenis Sedunia
3 Maret : Hari Satwa Liar Sedunia
4 Maret : Hari Obesitas Sedunia
4 Maret : Hari Perlawanan Terhadap Eksploitasi Seksual Sedunia
5 Maret : Hari Informasi Arsitektur Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional April
Nasional
6 April : Hari Nelayan Indonesia
9 April : Hari TNI AU
16 April : Hari Kopassus
19 April : Hari Pertahanan Sipil (Hansip)
20 April : Hari Konsumen Nasional
21 April : Hari Kartini
24 April : Hari Angkutan Nasional
27 April : Hari Pemasyarakatan Indonesia
28 April : Hari Puisi Nasional
Internasional
2 April : Hari Buku Anak-Anak Internasional
3 April : Hari Pesta Sedunia
7 April : Hari Biwara Internasional
7 April : Hari Kesehatan Sedunia
12 April : Hari Anak Jalanan Internasional
14 April : Hari Penyakit Chagas Sedunia
15 April : Hari Seni Sedunia
16 April : Hari Suara Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Mei
Nasional
1 Mei : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
2 Mei : Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
17 Mei : Hari Buku Nasional
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi
29 Mei : Hari Keluarga
Internasional
1 Mei : Hari Password Sedunia
1 Mei : Hari Buruh Internasional
3 Mei : Hari Kebebasan Pers Dunia
4 Mei : Hari Pemadam Kebakaran Internasional
6 Mei : Hari Asma Sedunia
8 Mei : Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia
10 Mei : Hari Lupus Sedunia
10 Mei : Hari Perdagangan Adil Sedunia
12 Mei : Hari Perawat Internasional
Hari Besar Nasional dan Internasional Juni
Nasional
1 Juni : Hari Lahir Pancasila
3 Juni : Hari Pasar Modal Indonesia
10 Juni : Hari Media Sosial Indonesia
17 Juni : Hari Dermaga Nasional
21 Juni : Hari Krida Pertanian
24 Juni : Hari Bidan Nasional
29 Juni : Hari Keluarga Berencana
Internasional
1 Juni : Hari Orang Tua Sedunia
3 Juni : Hari Sepeda Sedunia
5 Juni : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
7 Juni : Hari Keamanan Pangan Sedunia
8 Juni : Hari Laut Sedunia
12 Juni : Hari Melawan Pekerja Anak Sedunia
13 Juni : Hari Kesadaran Albinisme Internasional
14 Juni : Hari Donor Darah Sedunia
15 Juni : Hari Kesadaran Sedunia terhadap Kekerasan terhadap Lansia
Hari Besar Nasional dan Internasional Juli
Nasional
1 Juli : Hari Bhayangkara
5 Juli : Hari Bank Indonesia
7 Juli : Hari Pustakawan
9 Juli : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi Indonesia
17 Juli : Hari Integrasi Timor Timur
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Anak Nasional
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara
30 Juli : Hari Ikrar Gerakan Pramuka
Internasional
1 Juli : Hari Humor Internasional
2 Juli : Hari UFO Sedunia
6 Juli : Hari Peringatan Penyakit Zoonosis Dunia
7 Juli : Hari Cokelat Sedunia
11 Juli : Hari Populasi Sedunia
16 Juli : Hari Ular Sedunia
17 Juli : Hari Keadilan Internasional Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional September
Nasional
1 September : Hari Polisi Wanita (Polwan)
4 September : Hari Pelanggan Nasional
8 September : Hari Pamong Praja
9 September : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
14 September : Hari Kunjung Perpustakaan
17 September : Hari Perhubungan Nasional
17 September : Hari Palang Merah Indonesia
24 September : Hari Tani/Agararia Nasional
26 September : Hari Statistik
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
29 September : Hari Sarjana Nasional
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI
Internasional
1 September : Hari Menulis Surat Sedunia
2 September : Hari Kelapa Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober
Nasional
1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila
2 Oktober : Hari Batik Nasional
2 Oktober : Hari Susu Nasional
5 Oktober : Hari tentara Nasional Indonesia (TNI)
8 Oktober : Hari Tata Ruang Nasional
12 Oktober : Hari Museum Nasional
16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia
22 Oktober : Hari Santri Nasional
24 Oktober : Hari Dokter Indonesia
27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober : Hari Listrik Nasional
28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober : Hari Keuangan Nasional
Internasional
1 Oktober : Hari Lansia Internasional
1 Oktober : Hari Kopi Internasional
1 Oktober : Hari Musik Internasional
Hari Besar Nasional dan Internasional November
Nasional
5 November : Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
10 November : Hari Ganefo
10 November : Hari Pahlawan
11 November : Hari Bangunan Indonesia
12 November : Hari Kesehatan Nasional
12 November : Hari Ayah Nasional
14 November : Hari Brigade Mobil (Brimob)
22 November : Hari Perhubungan Darat Nasional
25 November : Hari Guru (PGRI)
28 November : Hari Menanam Pohon Indonesia
29 November : Hari Korps Pegawai RI (KORPRI)
Internasional
1 November : Hari Vegan Sedunia
2 November : Hari Balet Sedunia
5 November : Hari Kesadaran Tsunami Sedunia
8 November : Hari Pianis Sedunia
8 November : Hari Radiografi Sedunia
Hari Besar Nasional dan Internasional Desember
Nasional
1 Desember : Hari Artileri
9 Desember : Hari Armada Republik Indonesia
9 Desember : Hari Antikorupsi Sedunia
12 Desember : Hari Transmigrasi
13 Desember : Hari Nusantara
15 Desember : Hari Juang Kartika TNI AD
19 Desember : Hari Bela Negara
20 Desember : Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional
22 Desember : Hari Ibu Nasional
22 Desember : Hari Sosial
25 Desember : Hari Natal
Internasional
1 Desember : Hari AIDS Sedunia
2 Desember : Hari Internasional untuk Penghapusan Perbudakan
3 Desember : Hari Penyandang Disabilitas Internasional
4 Desember : Hari Perbankan Internasional
5 Desember : Hari Relawan untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Internasional
Selasa, 31 Maret 2026