Bullying atau perundungan merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang, dengan tujuan menyakiti, merendahkan, atau membuat seseorang merasa tidak berdaya. Fenomena ini masih sering ditemukan di lingkungan sekolah dan dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan mental maupun perkembangan sosial anak.
Untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, penting bagi sekolah, orang tua, dan masyarakat memahami bentuk-bentuk bullying, dampaknya, serta cara pencegahannya.
1. Jenis-Jenis Bullying di Sekolah
Bullying Fisik
Termasuk memukul, menendang, mendorong, menampar, menarik rambut, merusak barang milik teman, hingga mengunci seseorang di dalam ruang tertutup. Bentuk ini mudah terlihat namun sering dianggap “biasa” oleh sebagian orang.
Bullying Verbal
Terjadi melalui kata-kata yang menyakitkan seperti mengejek, menghina, memaki, memberi julukan buruk, atau mengancam. Bullying verbal bisa berdampak sama buruknya dengan bullying fisik.
Bullying Sosial (Relasional)
Upaya merusak reputasi atau hubungan sosial seseorang, misalnya mengucilkan teman dari kelompok, menyebarkan gosip, memanipulasi pertemanan, hingga mempermalukan di depan umum.
Cyberbullying
Perundungan melalui media digital—media sosial, pesan instan, email, atau game online. Contohnya menyebarkan foto/video memalukan, komentar kebencian, membuat akun palsu untuk menjatuhkan seseorang, atau mengirim pesan ancaman.
Bullying Akademik
Menekan atau merendahkan kemampuan akademik teman, misalnya mengejek nilai buruk, menolak kerja kelompok dengan alasan meremehkan kemampuan, atau mengintimidasi agar seseorang mengerjakan tugas untuk pelaku.
2. Penyebab Terjadinya Bullying
Bullying tidak muncul begitu saja. Beberapa faktor pemicunya antara lain:
Rendahnya empati dan kontrol diri pada pelaku
Pengaruh lingkungan, seperti keluarga yang sering bertengkar atau pola asuh keras
Budaya senioritas di sekolah
Toleransi terhadap kekerasan, baik fisik maupun verbal
Keinginan pelaku menunjukkan dominasi di kelompoknya
Kurangnya pengawasan dari guru dan orang tua
3. Dampak Bullying bagi Korban
Bullying memiliki dampak serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang:
Dampak Jangka Pendek
Takut masuk sekolah
Menurunnya prestasi akademik
Gangguan tidur
Hilangnya rasa percaya diri
Menarik diri dari pergaulan
Dampak Jangka Panjang
Trauma psikologis
Gangguan kecemasan dan depresi
Kesulitan membangun hubungan sosial
Risiko perilaku menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri
Menurunnya perkembangan karakter dan kemampuan sosial
Dampak ini bisa terbawa hingga dewasa, sehingga pencegahan bullying merupakan hal yang sangat penting.
4. Dampak Bullying bagi Pelaku
Tidak hanya korban, pelaku bullying juga berisiko mengalami masalah di kemudian hari, seperti:
Kesulitan mengontrol emosi
Risiko terlibat tindak kekerasan atau kriminal
Kesulitan menghargai orang lain
Potensi mengalami masalah hubungan sosial saat dewasa
Menurunnya performa akademik akibat perilaku negatif berulang
5. Peran Guru dan Sekolah dalam Pencegahan Bullying
A. Kebijakan Anti-Bullying
Sekolah perlu memiliki aturan tertulis yang tegas mengenai perundungan, langkah penanganan, dan sanksi bagi pelaku.
B. Pendidikan Karakter
Menguatkan nilai-nilai empati, toleransi, dan saling menghargai melalui pembiasaan, materi pelajaran, serta kegiatan ekstrakurikuler.
C. Membangun Sekolah Ramah Anak
Lingkungan belajar harus aman, nyaman, dan inklusif sehingga siswa merasa dihargai.
D. Pelatihan Guru
Guru perlu dilatih untuk mengenali tanda-tanda bullying, teknik intervensi awal, serta pendampingan psikososial.
E. Pengawasan Area Rawan Bullying
Seperti kamar mandi, kantin, area belakang sekolah, dan transportasi sekolah.
6. Peran Orang Tua dalam Pencegahan Bullying
Mensosialisasikan nilai empati dan sopan santun sejak dini
Mengawasi aktivitas anak, termasuk penggunaan gadget
Membangun komunikasi terbuka agar anak berani bercerita
Menjadi teladan dalam pengelolaan emosi
Mengajarkan anak cara menghadapi konflik tanpa kekerasan
7. Tanda-Tanda Anak Mengalami Bullying
Orang tua dan guru perlu waspada jika anak menunjukkan beberapa ciri berikut:
Tidak mau berangkat sekolah
Perubahan suasana hati yang drastis
Luka fisik tanpa penjelasan jelas
Kehilangan barang atau uang secara tiba-tiba
Nilai sekolah menurun
Mengalami mimpi buruk atau sulit tidur
Menarik diri dari pergaulan
8. Cara Anak Menghadapi Bullying
Anak perlu dibekali cara menghadapi atau menghindari bullying, antara lain:
Berani mengatakan “stop” dengan tegas
Tidak membalas kekerasan
Menghindari tempat rawan
Mencari teman untuk berjalan bersama
Melaporkan kepada guru atau orang tua
Menyimpan bukti jika terjadi cyberbullying
9. Penanganan Korban Bullying
Sekolah dan orang tua perlu memberikan:
Pendampingan psikologis
Penanganan medis bila diperlukan
Dukungan emosional
Penguatan rasa percaya diri
Ruang aman untuk bercerita
Intervensi konseling profesional bila gejala berat
10. Ajakan Bersama: Stop Bullying Sekarang
Bullying bukan hal sepele. Setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan dihormati di sekolah. Pencegahan membutuhkan kerja sama antara sekolah, orang tua, siswa, dan masyarakat. Lingkungan yang bebas perundungan akan melahirkan generasi yang sehat secara mental, kuat secara karakter, dan siap membangun masa depan bangsa.
Sabtu, 15 November 2025
Rabu, 24 September 2025, Puskesmas Siwalan bersama dengan Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP) berupa IUD dan implant.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas melalui pelayanan KB yang mudah diakses masyarakat.
Pelayanan KB MJKP, seperti IUD dan implant, memiliki banyak manfaat karena dapat digunakan dalam jangka panjang, efektif, dan aman. Dengan adanya pilihan ini, masyarakat terutama para ibu dapat merencanakan kehamilan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Selain itu, penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang juga dapat membantu menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh.
Kegiatan bakti sosial ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Siwalan bertugas memberikan pelayanan medis dan pendampingan kepada akseptor KB, sedangkan Koramil Sragi–Siwalan berperan aktif dalam mendukung kelancaran jalannya kegiatan serta membantu menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi. Sementara itu, Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan turut serta dalam memberikan edukasi dan konseling kepada masyarakat terkait pentingnya perencanaan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, suasana berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari peserta. Masyarakat menyambut baik kegiatan ini, terlihat dari tingginya minat ibu-ibu yang datang untuk memanfaatkan pelayanan KB gratis yang disediakan. Para peserta juga diberikan informasi seputar manfaat KB, cara kerja IUD dan implant, serta penjelasan mengenai efek samping yang mungkin timbul agar mereka lebih memahami dan merasa tenang dalam menggunakan kontrasepsi jangka panjang.
[Gambar][Gambar][Gambar]
Selain memberikan manfaat langsung berupa pelayanan KB, kegiatan ini juga memiliki tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengendalian jumlah dan jarak kelahiran. Hal ini sejalan dengan misi pembangunan kesehatan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan keluarga yang sehat dan terencana, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan baik, pendidikan lebih terjamin, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini, terutama kepada Koramil Sragi–Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang KB, membutuhkan peran serta semua elemen, baik tenaga kesehatan, aparat, maupun masyarakat itu sendiri.
Dengan berakhirnya kegiatan Bakti Sosial TNI Manunggal Pelayanan KB MJKP IUD & Implant ini, Puskesmas Siwalan berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh akses pelayanan KB berkualitas dan mampu mewujudkan keluarga kecil yang bahagia serta sejahtera.
[Gambar] [Gambar]
Kamis, 25 September 2025
Siwalan, Senin, 22 September 2025, Kegiatan "Dokter Spesialis Keliling (SPELING)" Hadir di Desa Tengeng Wetan.
Program unggulan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ini akhirnya tiba di desa kami, membawa harapan besar bagi masyarakat.
Sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, kami dari Puskesmas Siwalan merasa bangga menjadi bagian dari inisiatif luar biasa ini. SPELING bukan hanya sekadar kegiatan, melainkan perwujudan nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan layanan kesehatan spesialis berkualitas kepada masyarakat di pelosok desa.
Keberhasilan program SPELING ini tidak lepas dari sinergi kuat berbagai pihak. Kami sangat bersyukur atas kolaborasi yang terjalin. Acara ini dihadiri oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Sekretaris Camat Siwalan, serta tim medis dari dua rumah sakit yaitu: RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang dan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Kehadiran mereka membawa aura profesionalisme dan keahlian yang sangat dibutuhkan. Dukungan dari Kepala Puskesmas Siwalan dan Kepala Desa Tengeng Wetan juga menjadi pilar penting yang memastikan kelancaran acara.
Selama persiapan, kami bekerja sama erat dengan tim dari rumah sakit. Melihat kesediaan mereka datang langsung ke desa, kami semakin yakin bahwa semangat pelayanan kesehatan yang setara untuk semua benar-benar terwujud. [Gambar]
Balai Desa Tengeng Wetan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang komprehensif dalam kegiatan SPELING. Sebanyak 110 orang warga datang, terdiri dari berbagai usia dan kebutuhan. Kami membagi layanan ke beberapa area agar prosesnya lebih efisien.
1. Pelayanan Penyakit Dalam:
Di area ini, dr. Sari, Sp.PD, seorang ahli penyakit dalam, melayani 44 orang pasien. Beliau fokus pada penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes, serta Tuberculosis (TB).
2. Pelayanan Kandungan (OBSGYN):
Para ibu hamil dan perempuan di desa kami sangat terbantu dengan kehadiran dr. Diana, Sp.OG, dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang. Sebanyak 20 orang mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi. Layanan ini sangat krusial, mengingat akses ke dokter spesialis kandungan di desa sangat terbatas. Dr. Diana memberikan edukasi tentang kehamilan sehat dan pentingnya pemeriksaan rutin, memastikan para ibu mendapatkan perawatan terbaik untuk diri dan janin mereka.
3. Pelayanan Anak:
Sebanyak 36 anak diperiksa oleh dua dokter spesialis anak: dr. Setya, Sp.A, dari RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang, dan dr. Alifa Novia Febriani, Sp.A., M.Sc, dari RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Keduanya bekerja sama memeriksa pertumbuhan dan perkembangan anak, memberikan imunisasi, dan menjawab pertanyaan orang tua seputar gizi dan kesehatan.
4. Pelayanan IVA Test:
Salah satu layanan yang paling kami prioritaskan adalah IVA Test. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini kanker leher rahim. Pelayanan IVA Test dilayani oleh dr. Asit dari Puskesmas Siwalan. Sebanyak 10 orang ibu-ibu menjadi peserta dan siap untuk diperiksa. Deteksi dini sangat penting karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Kami berharap, kesadaran akan pentingnya pemeriksaan ini akan terus meningkat di masyarakat.
Bagi kami, program ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dan komitmen dapat mengatasi tantangan geografis. Gubernur Ahmad Luthfi telah menunjukkan visinya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata. Kami berharap program SPELING akan terus berlanjut, tidak hanya di Tengeng Wetan, tetapi juga di seluruh desa di Kabupaten Pekalongan. Kami siap menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan layanan kesehatan terbaik, memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk hidup sehat dan produktif.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Mari kita jaga kesehatan bersama untuk masa depan yang lebih baik.
[Gambar][Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar][Gambar]
[Gambar][Gambar]
[Gambar]
[Gambar]
Selasa, 23 September 2025
Kesehatan anak usia sekolah merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Anak-anak yang sehat akan lebih optimal dalam belajar, berkembang, serta berkontribusi bagi bangsa di masa depan.
Sejalan dengan hal tersebut, pada bulan Agustus 2025 Puskesmas Siwalan mendapatkan dukungan dari lintas sektoral maupun guru sekolah dasar untuk melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di seluruh SD dan MI se-Kecamatan Siwalan.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) ditujukan khusus bagi seluruh siswa dan siswi SD/MI se-Kecamatan Siwalan. Pemeriksaan kesehatan ini meliputi beberapa aspek penting, yaitu:
Pengukuran tinggi dan berat badan, untuk memantau pertumbuhan anak dan mendeteksi potensi masalah gizi seperti stunting atau obesitas.
Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, untuk memastikan kebersihan serta mendeteksi adanya karies gigi atau masalah kesehatan mulut lainnya.
Pemeriksaan penglihatan dan pendengaran, agar dapat mengidentifikasi sejak dini gangguan sensorik yang dapat menghambat proses belajar.
Pemeriksaan kesehatan umum lainnya, termasuk kondisi kulit, kebersihan diri, serta gejala-gejala yang mungkin menunjukkan adanya penyakit tertentu.
Dengan adanya pemeriksaan ini, guru dan orang tua bisa mendapatkan gambaran tentang kondisi kesehatan anak. Anak yang memiliki masalah kesehatan dapat segera ditindaklanjuti melalui rujukan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
[Gambar][Gambar][Gambar]
Selain pemeriksaan kesehatan, bulan Agustus juga menjadi momentum pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Program imunisasi ini bertujuan memberikan perlindungan kepada anak sekolah terhadap penyakit menular berbahaya.
Jenis imunisasi yang diberikan yaitu :
Imunisasi MR (Measles-Rubella) untuk siswa kelas 1 SD/MI. Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah penyakit campak dan rubella yang dapat menimbulkan komplikasi serius.
Imunisasi HPV (Human Papilloma Virus) untuk siswi kelas 5 SD/MI. HPV merupakan penyebab utama kanker serviks, sehingga imunisasi ini diharapkan menjadi langkah pencegahan sejak dini.
Imunisasi HPV Kejar untuk siswi kelas 6 SD/MI yang belum mendapatkan imunisasi di kelas sebelumnya.
Melalui pemberian imunisasi ini, anak-anak akan lebih terlindungi dari risiko penyakit yang dapat mengancam kesehatan mereka di masa depan.
[Gambar]
Pelaksanaan kegiatan CKG dan BIAS di Kecamatan Siwalan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Guru-guru di setiap sekolah dengan penuh semangat membantu dalam pelaksanaan, mulai dari mendata siswa, mengatur jalannya pemeriksaan, hingga memberikan edukasi tentang pentingnya kesehatan dan imunisasi.
Selain itu, dukungan juga datang dari lintas sektoral, baik pemerintah kecamatan, perangkat desa, maupun organisasi kemasyarakatan yang ikut membantu kelancaran kegiatan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi dari berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Agustus di setiap sekolah dasar se-Kecamatan Siwalan disambut dengan antusias oleh siswa. Mereka dengan tertib mengikuti pemeriksaan kesehatan dan imunisasi. Meskipun ada sebagian siswa yang merasa takut saat akan disuntik, guru dan tenaga kesehatan selalu memberikan dukungan moral sehingga anak-anak merasa lebih tenang dan berani.
Keceriaan anak-anak tampak ketika mereka saling mendukung teman-temannya yang sedang diperiksa atau diimunisasi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan kesehatan di sekolah bukan hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran anak tentang pentingnya menjaga kesehatan diri.
Kegiatan CKG dan BIAS di Kecamatan Siwalan diharapkan membawa banyak manfaat, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Beberapa harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini antara lain:
Meningkatkan deteksi dini masalah kesehatan
Dengan adanya pemeriksaan rutin, masalah kesehatan anak dapat ditemukan lebih awal sehingga bisa segera dilakukan tindak lanjut.
Mencegah penyakit menular berbahaya
Melalui imunisasi MR dan HPV, anak-anak mendapatkan perlindungan dari penyakit berisiko tinggi seperti campak, rubella, dan kanker serviks.
Membangun kesadaran kesehatan sejak dini
Anak-anak diajarkan pentingnya menjaga kesehatan diri, mulai dari kebersihan mulut, pola makan sehat, hingga keberanian menghadapi imunisasi.
Menguatkan sinergi lintas sektoral
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kerja sama antara tenaga kesehatan, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kesehatan anak.
Menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif
Anak-anak yang sehat akan lebih siap dalam menempuh pendidikan, sehingga mampu berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang unggul.
Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) merupakan wujud nyata komitmen Puskesmas Siwalan dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk anak usia sekolah. Kegiatan ini tidak hanya sekadar pemeriksaan dan imunisasi, melainkan sebuah langkah strategis dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing.
Dukungan yang diberikan oleh guru, orang tua, pemerintah, dan seluruh lintas sektoral menunjukkan bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berjalan secara berkesinambungan, sehingga anak-anak di Kecamatan Siwalan tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit.
[Gambar][Gambar]
Rabu, 10 September 2025
Kabupaten Pekalongan memperingati Hari Jadi ke-403 dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme. Pada momentum bersejarah ini, ditetapkan tema “Kajen Tumandang Kajen Kumandang” yang sarat dengan makna filosofis.
Tema ini mencerminkan salah satu karakter utama masyarakat Jawa, yakni etos kerja yang tinggi, kesadaran diri untuk terus berbenah, serta tekad kuat dalam mewujudkan perubahan menuju arah yang lebih baik.
Ungkapan Kajen Tumandang Kajen Kumandang juga merupakan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bergerak, bertindak, berperan, dan bersinergi dalam upaya bersama membangun daerah. Dengan sinergi ini, diharapkan terwujud Kabupaten Pekalongan yang berkeadilan, sejahtera, dan merata. Selain itu, tema ini sekaligus menegaskan komitmen serius Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di bawah kepemimpinan Bupati Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Sukirman, dalam menjalankan visi dan misi pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Logo Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan dirancang untuk memperkuat pesan tema sekaligus menggambarkan perjalanan panjang pembangunan daerah. Setiap unsur di dalam logo memiliki makna filosofis yang dalam:
Angka 0 berbentuk roda cakra dengan delapan jeruji mata angin terinspirasi dari pusaka dan filosofi “Cokro Manggilingan”, yakni roda kehidupan yang terus berputar menggambarkan perjalanan waktu—masa lalu, masa kini, dan masa depan. Cakra ini melambangkan tekad Kabupaten Pekalongan untuk terus belajar dari sejarah, memperbaiki diri, serta menatap masa depan yang lebih baik.
Delapan jeruji cakra mencerminkan Hasta Brata, delapan sifat alam sebagai pedoman seorang pemimpin: bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang. Nilai-nilai ini menjadi landasan kepemimpinan yang kuat, arif, bijaksana, serta dekat dengan rakyat.
Delapan jeruji juga melambangkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan yang merata agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Angka 3 divisualisasikan dengan siluet yang mewakili sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Tiga bidang ini menjadi fokus pembangunan Kabupaten Pekalongan tahun 2025 tanpa mengesampingkan sektor-sektor lainnya.
Ornamen Tugu Alquran ditampilkan sebagai simbol landmark kebanggaan Kota Kajen, sekaligus ikon yang merepresentasikan identitas dan ciri khas daerah.
Bintang emas di atas angka 3 memiliki makna harapan akan kejayaan dan kemasyhuran Kabupaten Pekalongan. Kejayaan tersebut diyakini dapat dicapai dengan kerja keras yang dilandasi keimanan dan ketakwaan seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah daerah.
Canting batik dan ornamen keris melambangkan jati diri Kabupaten Pekalongan sebagai Sentra Batik Nusantara. Batik merupakan identitas budaya yang melekat kuat, sementara keris adalah pusaka bersejarah sebagaimana tercermin dalam lambang Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Silhouette padi dan kapas pada tangkai cakra menjadi simbol kesejahteraan rakyat. Filosofi ini menggambarkan tekad untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang makmur, adil, dan merata, sesuai dengan cita-cita “Gemah Ripah Loh Jinawi”.
Dengan tema dan logo ini, peringatan Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat tekad bersama. Pemerintah dan masyarakat diajak untuk selalu bergerak maju, menjaga persatuan, dan menanamkan nilai-nilai luhur dalam setiap langkah pembangunan.
Filosofi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang Kabupaten Pekalongan selama 403 tahun adalah warisan sejarah yang harus dijaga, sekaligus pijakan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Dengan semangat “Kajen Tumandang Kajen Kumandang”, diharapkan gaung kemajuan Kabupaten Pekalongan semakin terdengar hingga ke seluruh penjuru, membawa daerah ini menuju kejayaan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Rabu, 20 Agustus 2025
Sabtu, 9 Agustus 2025 dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik di wilayah Kecamatan Siwalan, Puskesmas Siwalan menyelenggarakan Pertemuan Guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Kegiatan ini difokuskan pada persiapan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun 2025.
Pertemuan ini berlangsung di Aula Puskesmas Siwalan dan dihadiri oleh seluruh guru UKS dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang ada di wilayah kerja Puskesmas Siwalan. Kehadiran para guru UKS ini menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi, menyusun rencana, dan memastikan kesiapan teknis kegiatan yang melibatkan seluruh sekolah di kecamatan ini.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Puskesmas Siwalan, Ibu Yayah Juhaeriah, S.St.,Bdn. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kesehatan anak sekolah merupakan salah satu prioritas penting, mengingat usia sekolah adalah masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Melalui program CKG, anak-anak dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini, sementara BIAS berperan besar dalam melindungi anak dari penyakit-penyakit berbahaya seperti campak, rubella, dan kanker serviks. Ibu Yayah juga mengapresiasi dedikasi para guru UKS yang selama ini menjadi ujung tombak upaya promotif dan preventif kesehatan di lingkungan sekolah.
Paparan materi utama disampaikan oleh Bidan Intani Rahmadhani, A.Md.Keb, selaku petugas programer UKS Puskesmas Siwalan. Beliau menjelaskan secara rinci mengenai pelaksanaan CKG yang mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, serta skrining kesehatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan anak usia sekolah. Selain itu, beliau memaparkan program BIAS yang akan dilaksanakan sesuai jadwal nasional, dengan pemberian imunisasi yang disesuaikan pada tiap jenjang kelas. Imunisasi MR akan diberikan untuk mencegah campak dan rubella, sedangkan imunisasi HPV diberikan pada siswi kelas 5 SD sebagai upaya pencegahan kanker serviks di masa depan.
Pertemuan ini tidak hanya membahas materi teknis, tetapi juga menekankan pentingnya koordinasi antara pihak sekolah, puskesmas, dan orang tua siswa. Guru UKS diharapkan dapat menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan informasi kepada orang tua mengenai manfaat CKG dan BIAS, sekaligus memastikan partisipasi aktif siswa. Dalam kesempatan ini, Puskesmas Siwalan juga menyampaikan jadwal pelaksanaan kegiatan untuk setiap sekolah, sehingga semua pihak dapat mempersiapkan diri dengan baik. Diskusi interaktif yang berlangsung selama pertemuan juga memberi ruang bagi para guru untuk menyampaikan masukan, kendala, dan ide-ide kreatif demi kelancaran kegiatan.
Secara keseluruhan, kegiatan pertemuan guru UKS ini berjalan dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Puskesmas Siwalan berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang erat dengan seluruh sekolah di Kecamatan Siwalan, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi. Melalui persiapan yang matang dan dukungan dari semua pihak, diharapkan pelaksanaan CKG dan BIAS tahun ini dapat mencapai hasil yang optimal, sehingga anak-anak mendapatkan perlindungan kesehatan yang maksimal sejak dini. Semangat ini sejalan dengan visi Puskesmas Siwalan untuk menjadi pusat layanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif, serta memberdayakan masyarakat melalui berbagai program kesehatan berkesinambungan.
Sabtu, 9 Agustus 2025