Rabu, 9 Juli 2025
Senin, 30 Juni 2025
Rabu, 4 Desember 2024
Rabu, 4 Desember 2024
SP4N Lapor
Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia. SP4N-LAPOR! telah terhubung dengan 34 Kementerian, 96 Lembaga, dan 493 Pemerintah daerah di Indonesia.
Layanan SP4N-LAPOR! selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara sederhana, cepat, tepat dan terkoordinasi dengan baik, juga dibentuk untuk merealisasikan kebijakan “no wrong door policy” yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dari manapun dan jenis apapun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya. Adapun Target Pengguna yaitu seluruh Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah, Masyarakat.
Puskesmas Siwalan secara rutin melaksanakan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan kepada anak-anak usia sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Siwalan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi cacing usus, yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia, khususnya pada anak-anak.
Infeksi cacing sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi dampaknya sangat besar terhadap tumbuh kembang anak. Anak yang terkena infeksi cacing dapat mengalami gangguan penyerapan nutrisi, penurunan nafsu makan, lemas, kurang konsentrasi, bahkan mengalami gangguan pertumbuhan. Oleh karena itu, Puskesmas Siwalan mengambil peran aktif dalam pencegahan melalui kegiatan pemberian obat cacing secara massal dan gratis.
Sasaran pemberian obat cacing ini adalah anak-anak usia 1 hingga 12 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh satuan pendidikan anak usia dini dan dasar, seperti TK, PAUD, SD, dan MI yang ada di wilayah kerja Puskesmas Siwalan. Tidak hanya anak-anak yang bersekolah, anak-anak yang tidak bersekolah pun dapat memperoleh obat cacing secara gratis jika hadir saat kegiatan Posyandu.
Kami bekerja sama dengan pihak sekolah untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan obat, dan mengonsumsi obat tersebut di bawah pengawasan guru dan petugas kesehatan. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib, aman, dan efektif.
Obat cacing yang diberikan adalah Albendazole 400 mg dalam bentuk tablet kunyah. Dosis yang diberikan hanya satu tablet, cukup sekali dalam 6 bulan. Obat ini dikunyah langsung oleh anak. Namun, bagi anak yang kesulitan mengunyah, tablet bisa dihancurkan dan dicampur dengan sedikit air.
Obat ini aman dan telah direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk digunakan secara luas dalam program pemberantasan cacingan. Efek samping yang mungkin muncul biasanya ringan dan sementara, seperti mual atau pusing, dan akan hilang dengan sendirinya.
Pemberian obat cacing secara berkala penting dilakukan karena telur cacing dapat menyebar dengan cepat di lingkungan yang kurang bersih. Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi ini karena mereka aktif bermain, sering memasukkan tangan ke mulut, dan belum sepenuhnya memahami pentingnya kebersihan.
Dengan pemberian obat cacing secara rutin:
Anak terlindungi dari infeksi cacing usus
Nafsu makan dan daya tahan tubuh anak meningkat
Kemampuan belajar anak menjadi lebih baik
Anak tumbuh dan berkembang dengan optimal
Kami mengajak orang tua dan guru untuk turut berperan dalam menyukseskan kegiatan ini. Orang tua diharapkan memberi izin dan dukungan kepada anak untuk mengikuti kegiatan pemberian obat cacing di sekolah. Selain itu, pastikan anak sudah sarapan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat agar mencegah rasa mual setelah minum obat.
Guru sebagai pendamping di sekolah juga memiliki peran besar dalam memberikan edukasi dan membimbing anak selama kegiatan berlangsung.
Selasa, 15 April 2025
Tradisi mudik dilakukan mayoritas penduduk Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri. Mudik menjadi waktu yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga besar. Persiapan mudik Idul Fitri atau Lebaran banyak dilakukan oleh masyarakat dalam jauh-jauh hari.
Akan tetapi, tidak sedikit pula yang mengabaikannya hingga memaksakan diri untuk pulang kampung saat kondisi kesehatan tidak fit. Akibatnya, perjalanan yang ditempuh kurang nyaman hingga berakhir pada kecelakaan yang fatal.
Apa saja permasalahan kesehatan yang terjadi saat mudik yang perlu diwaspadai?
Pada saat perjalanan mudik, jaga stamina tubuh dengan mengkonsumsi buah dan sayur, makanan yang sehat dan bersih, serta hindari pengaruh obat obatan dan minuman keras saat berkendara. Kendalikan emosi saat berkendara dapat mendukung stamina tubih yang prima. Jangan lupa minum air yang cukup saat berkendara, serta tidak begadang sebelum berkendara atau pastikan cukup istirahat sebelum berkendara. Bila badan terasa pegal, maka lakukan peregangan di sela sela perjalanan. Peregangan dapat dilakukan setiap 4 jam atau saat merasa lelah atau mengantuk. Manfaat melakukan peregangan banyak sekali, diantaranya:
Peregangan dapat dilakukan di dalam kendaraan saat macet atau di ruang tunggu saat menunggu jadwal keberangkatan moda transportasi. Bagaimana melakukan peregangan?
Untuk dapat memastikan kita dan keluarga dapat mudik aman dan sehat maka kita dapat memulai dengan memastikan kondisi kesehatan pengemudi moda transportasi. Bila suami atau ayah yang akan mengemudikan, maka ajaklah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Dan bila anda adalah seorang pengemudi, maka tentu menjaga kesehatan diri dan penumpang adalah kewajiban mulia.
Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan di Puskesmas, Klinik atau Fasilitas Kesehatan lainnya, atau bagi para pengemudi yang terbatas waktunya dapat melakukan pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan yang tersedia di tempat tempat umum. Pemeriksaan di pos kesehatan tidak dipungut biaya, dan prosedurnya cukup sederhana, dengan melakukan pendaftaran dan wawancara, maka pemeriksaan kesehatan baik fisik seperti tekanan darah, denyut nadi dan hitung pernafasan serta pemeriksaan kadar gula darah, alkohol, narkoba akan dilakukan.
Dalam pemeriksaan kesehatan di pos kesehatan juga terdapat layanan konsultasi terkait hasil pemeriksaan, sehingga mudik aman dan sehat dapat terlaksana lancar karena terdapat kelaikan tugas para pengemudi. Jangan lupa ya, periksa kesehatan terlebih dahulu sebelum mudik, supaya Siapkan fisik yang sehat dan prima saat berkendara.
Masih tingginya angka kecelakaan lalulintas di Indonesia khususnya saat mudik dan ketidaktahuan masyarakat tentang cara menolong korban kecelakaan yang benar menyebabkan korban terlambat ditangani atau bahkan terjadi penangananyang salah dan dapat memperparah kondisi korban. Sedikit kepedulian kita dapat menyelamatkan jiwa.
Korban kecelakaan yang tidak segera ditolong dapat terancam kematian.Pertolongan pertama yang tepat sebelum tenaga medis datang, dapat menyelamatkan jiwa korban dan mencegah kecacatan. Ayo.. kita semua bisa menjadi penolong !
Segera hubungi 119
Sebelum menolong, pastikan diri anda tidak ikut celaka !
Minta bantuan orang di sekitar anda untuk mengamankan lokasi kejadian.
Matikan semua mesin kendaraan bermotor yang terlibat dalam kecelakaan.
Dahulukan menolong korban yang masih hidup.
Bila memungkinkan, pindahkan korban ke lokasi yang lebih aman dengan cara yang tidak memperparah korban.
Jangan memindahkan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan karena merupakan barang bukti kepolisian.
Pastikan kondisi emosi anda tenang dan siap menolong korban serta pastikan Korban Kecelakaan Masih Hidup atau Sudah Meninggal. Cara mendeteksi secara cepat:
Pastikan korban dalam kondisi sadar atau tidak.
Dengar dan Rasakan hembusan napas korban dengan cara “mendekatkan telinga/ pipi ke hidung korban” sambil melihat pergerakan naik turunnya dada korban, untuk memastikan korban bernapas atau tidak.
Periksa kuku korban dan menekannya, bila sudah dari awal pucat dan dingin, atau awalnya kemerahan dan diberi tekanan selama 2 detik, kemudian menjadi pucat dan tidak kembali kemerahan maka korban sudah meninggal.
Korban masih sadar apabila korban merespon dan dapat berkomunikasi aktif
Merespon suara: Berespon hanya bila dipanggil namanya, cenderung tidur
Merespon nyeri: Berespon hanya bila diberi rasa nyeri. Respon hanya berupa erangan / usaha menepis
Tidak memberikan respon : Korban tidak memberikan respon setelah diberikan rangsang nyeri.
Lepaskan semua yang mengikat pada tubuh korban seperti:
Helm
Jaket, dasi bila ada dan buka kancing kemeja korban
Pengait celana korban tanpa membuka resletingnya.
Longgarkan ikat pinggang pada celana korban. Jangan memberi minum pada korban ketika sesak napas. Selanjutnya tunggu sampai bantuan medis datang.
Bila korban sadar, pastikan korban tidak panik. Jangan menarik korban secara paksa bila masih ada hambatan. Pastikan korban telah bebas dari semua hambatan/jepitan. Pada kondisi korban terjepit diantara 2 benda bergerak, cukup bebaskan disatu sisi dan jadikan sisi yang satu sebagai sandaran supaya korban tidak langsung terjatuh ketika jepitan dilepaskan.
Posisikan sandaran kursi pada posisi tegak lurus.
Posisikan korban bersandar pada sandaran kursi mobil, agar tetap menjaga daerah tulang belakang tetap lurus
Mundurkan kursi sampai posisi maksimal.
Lepaskan sabuk keselamatan (safety belt) korban bila mudah dilepaskan atau dengan cara dipotong.
Setelah tubuh korban terbebas dari himpitan, bebaskan bagian bawah (kaki) korban dari himpitan pedal rem/ kopling.Bila ada kelainan bentuk pada kaki korban, hati-hati karena kemungkinan kaki korban dalam kondisi patah. Gerakan kaki hanya mengikuti arah sendi putar.
Bila Korban Tidak Sadar, Pastikan Saluran Napas Tidak Tersumbat* Tanda-tanda Jalan Napas Tersumbat: terdengar suara mendengkur atau berkumur
Periksa apakah terdapat cedera pada kepala dan leher
Jika tidak terdapat cedera pada kepala dan leher, maka buka jalan napas dengan cara “menengadahkan kepala korban dan mengangkat dagu korban” (Head Tilt – Chin Lift).
untuk pasien dengan kecurigaan cidera kepala yang disertai cidera tulang leher, maka untuk membuka jalan napasnya digunakan cara “dorongan membuka rahang” yang dikenal dengan Jaw Thrust
Untuk pasien dengan suara berkumur yang di duga cairan (darah, muntahan, dsb).miringkan tubuh korban ke satu sisi yang memungkinkan cairan dalam mulut korban mengalir keluar.
Penolong pertama menjaga kepala dan leher korban agar tidak bergerak dengan posisi kedua telapak tangan pada leher dan kepala.
Posisikan jari-jari pada rahang bawah korban, untuk mencegah tergelincirnya helm bila tali pengikat lepas
Penolong kedua melepas tali helm dari kaitnya atau bila sulit memotongnya.
Penolong kedua meletakkan satu tangan pada sudut rahang dengan ibu jari pada satu sisi dan jari- jari lainnya pada sisi lain. Sementara tangan yang lain menopang area belakang kepala.
Penolong pertama kemudian melebarkan helm ke kedua sisi hingga melebihi
telinga dan secara hati-hati melepaskan helm. Bila helm nya model tertutup maka kaca penutup harus dilepaskan terlebih dahulu.
Hentikan pendarahan dengan menekan langsung pada tempat yang berdarah bisa dengan menggunakan kain yang digulung ataupun alat/ benda lainnya dengan cukup kuat.
Jangan sembarangan memberikan benda apapun untuk menghentikan perdarahan, seperti mengoleskan oli, minyak rem, dll.
Posisikan daerah yang mengalami perdarahan lebih tinggi daripada jantung
Pertahankan balut tekan sampai bantuan medis datang.
Perdarahan yang banyak dan tidak segera diatasi dapat menyebabkan korban kehabisan darah dan mengakibatkan kematian.
Pemindahan pada setiap korban yang tidak sadarkan diri harus dilakukan oleh minimal 3 orang penolong untuk mencegah cedera tidak bertambah parah. Pindahkan korban seperti mengangkat jenazah, jangan memindahkan korban seperti menenteng atau menjinjing, Posisi Penolong pada saat memindahkan korban adalah, satu orang pada bagian atas meliputi kepala sampai bahu, kemudian 1 orang bagian tengah meliputi bagian punggung sampai pantat dan 1 orang selanjutnya bagian bawah mulai dari lutut sampai mata kaki. Hindari posisi korban menggantung terutama bagian leher/kepala.
Tanda-tanda patah tulang:
Terdapat kelainan bentuk pada tungkai atau lengan korban
Patah tulang dapat terbuka yaitu tulang terlihat keluar atau pun tertutup.
Hati-hati saat memindahkan korban, berikan pertolongan dengan cara membuat tungkai/ lengan yang patah tidak bergeser.
Apabila menemukan korban tidak sadar di jalan dan nafasnya satu-satu/tidak bernafas dan bukan korban kecelakaan lalu lintas, hal yang harus diperhatikan:
Untuk anda yang pernah berlatih Bantuan Hidup Dasar dan penggunaan Automated External Defibrilator (AED), bila korban tidak respon disertai pernapasan satu-satu/tidak bernapas maka Anda lakukan tindakan pijat jantung (RJP/CPR) selama 2 menit kemudian mengaplikasikan AED (bila tersedia) bila tetap tidak berespon maka pijat jantung dilanjutkan sampai dengan pertolongan medis datang.
Bila anda tidak pernah terlatih Bantuan Hidup Dasar (BHD), anda bisa menghubungi call center 119 dan menceritakan kondisi
korban dan kemudian anda mengikuti setiap instruksi/arahan dari petugas call center yang akan membimbing anda untuk melakukan sesuatu terhadap korban.
Masyarakat dapat membantu polisi untuk mengamankan barang bukti dengan cara sebagai berikut:
Berikan tanda/batasan dengan menggunakan benda yang tersedia di sekeliling tempat kejadian kecelakaan lalu lintas, contohnya batu, ranting,dll.
Jangan memindahkan posisi kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas.
Jangan memindahkan atau merubah posisi tuas transmisi kendaraan manual atau otomatis, spion kanan dan kiri dan tengah.
Jangan memindahkan barang-barang atau bekas- bekas pecahan kaca atau peralatan kendaraan yang tercecer.
Bila memungkinkan dokumentasikan posisi akhir kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas.
Jaga barang-barang berharga dan identitas korban.
Sumber : Ayosehat.kemkes.go.id
Kamis, 27 Maret 2025
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Muslimat NU, Puskesmas Siwalan bekerjasama dengan PAC (Pengurus Anak Cabang) Muslimat NU Kecamatan Siwalan dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan mengadakan bakti Sosial Pelayanan KB (Rabu, 19 Februari 2025). Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang terus dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dalam meningkatkan kesehatan Masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Ibu Yayah Juaheriah, S.ST.,Bdn selaku kepala Puskesmas Siwalan menyampaikan “Syukur alkhamdulillah pada pagi hari ini kami di Puskesmas Siwalan ada kegiatan Safari KB yang diusung oleh Baksos Muslimat NU. Sebenarnya kegiatan ini sudah berlangsung cukup lama, hamper tiap tahun kita menyelenggarakan bekerjasama dengan organisasi lainnya untuk menyelenggarakan Safari KB. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan kematian bayi. Harapannya, dengan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, dan target akseptor dapat terealisasi 100%. Kedepan. Kerjasama ini bisa terus berlanjut agar tujuan kita untuk menurunkan angka kematian ibu dan kematian bayi bisa terealisasi".
Bakti sosial ini memberikan beberapa layanan kesehatan seperti pemasangan KB IUD, KB Implan, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi serta Konsultasi KB Gratis bagi Masyarakat. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya perencanaan keluarga agar dapat menciptakan keluarga yang sehat, Sejahtera da berkualitas.
PLKB Kecamatan Siwalan, Ibu Khasna Fikriya S.KM. menyampaikan sasaran kegiatan ini sebanyak 30 akseptor yang dilayani. Sasaran ini dihadrikan dari 13 desa di Kecamatan Siwalan dengan tiap desa mengirimkan 1-2 akseptor. Dengan diadakannya kegiatan Bakti Sosial ini, harapannya kedepan dapat mengurangi angka stunting pada khususnya di Kecamatan Siwalan. Selain itu, Masyarakat luas dapat dengan mudah mengakses pelayanan KB secara gratis.
Antusiasme warga Kecamatan Siwalan terlihat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini, banyak peserta yang hadir untuk berkonsultasi maupun mendapatkan layanan KB. Dukungan dari PAC Muslimat Nu dan Balai Penyuluh KB Kecamatan Siwalan turut berperan dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi Masyarakat.
Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Siwalan, Ibu Hj, Zulaikhoh berharap semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif kepada Masyarakat.
Dengan dadanya kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan program KB dapat semakin diterima dan dipahami oleh Masyarakat sebagai bagian dari Upaya menciptakan keluarga yang lebih sehat dan Sejahtera.
Jumat, 14 Maret 2025
Mulai Februari, masyarakat di segala kelompok usia bisa Cek Kesehatan Gratis. Ini merupakan kado ulang tahun dari pemerintah untuk membantu masyarakat hidup lebih sehat. Jenis pemeriksaan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi tubuh dan usia.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren gaya hidup sehat semakin populer. Terlihat dari semakin banyaknya komunitas olahraga, seperti lari, dan banyak orang yang mulai membiasakan diri untuk berolahraga dan konsumsi makanan sehat.
Gaya hidup tersebut perlu dijaga dan dilakukan secara konsisten untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Selain itu, pemeriksaan kesehatan rutin juga perlu kamu lakukan agar kesehatan semakin terjaga.
Berikut alasan dan manfaat yang akan didapatkan dengan pemeriksaan kesehatan rutin:
Jadi tahu kondisi badan
Lebih cepat tahu, lebih mudah ditangani dan cepat sembuh
Program ini serentak berlaku di seluruh Indonesia. Pemeriksaan kesehatan gratis mengikuti Siklus Hidup: Bayi baru lahir (2 hari), balita dan anak usia pra sekolah (1-6 tahun), usia sekolah dan remaja (7-17 tahun), dewasa (18-59 tahun), dan lansia (>60 tahun) dengan memanfaatkan 3 momentum:
Untuk masyarakat yang berulang di bulan Januari-Maret 2025 dikecualikan dari ketentuan tersebut dan dapat berkunjung ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau FKTP hingga 30 April 2025.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu khawatir tentang biaya pemeriksaan kesehatan karena pemerintah menyediakannya secara gratis! Cek kesehatan ini tersedia untuk semua usia setiap tahun, tepat saat ulang tahunmu hingga 30 hari setelahnya, menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan usiamu.
Berikut jenis pemeriksaan kesehatan gratis yang akan diberikan:
Jenis pemeriksaan yang akan diberikan untuk bayi baru lahir, meliputi deteksi dini hormon tiroid, G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase deficiency atau defisiensi enzim G6PD), penyakit jantung bawaan, dan skrining untuk memantau pertumbuhan anak.
Jenis pemeriksaan yang akan diberikan, meliputi skrining tuberkulosis (penyakit infeksi paru), pemeriksaan pendengaran, penglihatan, dan kondisi gigi. Jika diperlukan, juga akan dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi thalasemia (kelainan darah) dan diabetes melitus (penyakit gula darah tinggi).
Untuk remaja dan dewasa, pemeriksaan yang akan diberikan meliputi tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, pemantauan risiko kardiovaskular (masalah terkait jantung dan pembuluh darah), fungsi paru untuk mendeteksi tuberkulosis dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), serta deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, dan kanker usus.
Lansia akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan fungsi indra (pendengaran, penglihatan), kesehatan jiwa, hati, geriatri (penilaian kesehatan orang tua), deteksi gangguan kardiovaskular, paru, dan kanker.
Untuk tahapan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Ulang Tahun dapat dilakukan dengan cara berikut:
1. Unduh dan daftar SATUSEHAT Mobile
2. Dapatkan notifikasi via WA dan SATUSEHAT Mobile
3. Isi Kuesioner Skrining Mandiri
4. Datang ke puskesmas/klinik membawa kartu identitas, kode tiket, hasil skrining mandiri
5. Manfaatkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
6. Cek Raport Kesehatan di SATUSEHAT Mobile
Kamis, 13 Maret 2025
Rabu, 4 Desember 2024